Disdikbud Kaltim Resmikan TPQ Tunarungu Pertama, Wujudkan Kesetaraan Akses Agama

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) meresmikan TPQ Tunarungu Kaltim pertama di Samarinda, membuka akses pendidikan agama yang setara bagi penyandang disabilitas pendengaran dan menjadi tonggak inklusif di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Disdikbud Kaltim Resmikan TPQ Tunarungu Pertama, Wujudkan Kesetaraan Akses Agama
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) meresmikan TPQ Tunarungu Kaltim pertama di Samarinda, membuka akses pendidikan agama yang setara bagi penyandang disabilitas pendengaran dan menjadi tonggak inklusif di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini meluncurkan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Isyarat Al Falah di Samarinda. Inisiatif ini menandai kehadiran fasilitas belajar agama pertama yang khusus diperuntukkan bagi penyandang tunarungu di wilayah tersebut. Berlokasi di SLB Negeri Pembina Samarinda, TPQ ini menjadi terobosan penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Kaltim, Ridwan, menegaskan bahwa mengajarkan Al Quran dengan bahasa isyarat bukan hal mudah, tetapi ilmu ini sangat krusial. Tujuannya agar para penyandang tunarungu dapat memahami kitab suci mereka dengan baik. Kehadiran TPQ ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan akses keagamaan yang setara.

Ridwan menambahkan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu. Oleh karena itu, kemampuan membaca Al Quran yang baik menjadi dasar penting bagi mereka. Peserta didik berkebutuhan khusus berhak penuh mendapatkan fasilitas pembelajaran agama tanpa adanya diskriminasi.

Kehadiran TPQ Isyarat Al Falah di SLB Negeri Pembina Samarinda menjadi bukti nyata komitmen Disdikbud Kaltim terhadap pendidikan inklusif. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan anak-anak difabel memiliki kesempatan yang sama dalam mempelajari ajaran agama. Ini merupakan langkah progresif dalam menghilangkan hambatan akses bagi penyandang tunarungu.

Ridwan menekankan bahwa upaya ini merupakan jawaban atas tantangan besar dalam mendidik keimanan dan ketakwaan anak-anak. Terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. Pendidikan agama yang inklusif menjadi fondasi penting untuk pengembangan spiritual mereka.

TPQ inklusif yang berlokasi di Jalan Padat Karya Samarinda ini kini menjadi tonggak baru. Ini menandai era baru bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus di Kalimantan Timur. Harapannya, tidak ada lagi siswa tunarungu yang merasa terpinggirkan dari pendidikan agama.

Terwujudnya ruang belajar khusus ini adalah hasil dari kolaborasi berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut memiliki kepedulian tinggi terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Sinergi ini mencakup penyediaan materi bahasa isyarat yang relevan dan rehabilitasi ruang kelas.

Rehabilitasi ruang kelas dilakukan agar siswa merasa nyaman selama proses pembelajaran. Kenyamanan ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan demikian, fokus siswa dapat sepenuhnya tertuju pada materi yang diajarkan.

Pengawas Sekolah Disdikbud Kaltim, Safii, bersama Kepala SLB Negeri Pembina, Lilik Farida, terus mengawal penerapan kurikulum isyarat ini. Mereka memastikan bahwa metode pengajaran Al Quran dengan bahasa isyarat berjalan efektif. Pendampingan ini krusial untuk keberhasilan program.

Lilik Farida menyatakan bahwa kini siswa tunarungu tidak lagi terpinggirkan. Mereka telah memiliki wadah resmi untuk mengkaji Al Quran secara mendalam. Ini adalah pencapaian besar dalam memberikan hak pendidikan yang setara.

TPQ Isyarat Al Falah bukan hanya sekadar tempat belajar. Ini adalah simbol harapan dan inklusi bagi komunitas tunarungu di Kalimantan Timur. Dengan adanya fasilitas ini, mereka dapat mengembangkan pemahaman agama. Ini juga akan memperkuat keimanan mereka.

Inisiatif Disdikbud Kaltim ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Penerapan model pendidikan inklusif serupa sangat dibutuhkan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk memastikan semua anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan.

Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung hak-hak disabilitas. Terutama dalam aspek pendidikan dan spiritual. Ini sejalan dengan semangat kesetaraan dan keadilan bagi seluruh warga negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi