Disdamkarmat Natuna Gelar Pelatihan Penanggulangan Kebakaran, Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan dan Anggota Polres

Disdamkarmat Natuna aktif menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran untuk relawan SPPG dan anggota Polres, guna meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Natuna.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Disdamkarmat Natuna Gelar Pelatihan Penanggulangan Kebakaran, Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan dan Anggota Polres
Disdamkarmat Natuna aktif menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran untuk relawan SPPG dan anggota Polres, guna meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Natuna. (AntaraNews)

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan penanggulangan kebakaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan masyarakat dan aparat dalam menghadapi potensi bahaya api. Pelatihan ini menyasar relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan anggota Kepolisian Resor (Polres) Natuna.

Pelatihan intensif ini dilaksanakan pada Sabtu (17/1), berlokasi di SPPG Bunguran Timur Laut untuk para relawan, dan di Kantor Disdamkarmat Natuna untuk personel kepolisian. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang lebih luas. Kabupaten Natuna terus berupaya memperkuat kapasitas penanganan darurat di berbagai sektor.

Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kabupaten Natuna, Beni Suparta, mengonfirmasi pelaksanaan kegiatan penting ini. Ia menekankan bahwa pembekalan pengetahuan serta keterampilan dasar sangat krusial. Terutama dalam penggunaan alat pemadam api sederhana (APAS) dan alat pemadam api ringan (APAR).

Peningkatan Kesiapsiagaan Relawan SPPG

Disdamkarmat Natuna memfokuskan pelatihan penanggulangan kebakaran ini kepada relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Natuna di Bunguran Timur Laut. Sebanyak 48 relawan mendapatkan pembekalan komprehensif selama satu hari penuh. Mereka diajarkan teori dan praktik dasar mengenai cara memadamkan api secara efektif.

Materi yang disampaikan meliputi identifikasi jenis kebakaran, teknik penggunaan APAS, dan cara mengoperasikan APAR. Pelatihan ini sangat vital mengingat lingkungan dapur memiliki risiko tinggi terhadap insiden kebakaran. Potensi bahaya dapat timbul dari kebocoran gas, penggunaan kompor, hingga intensitas aktivitas memasak yang tinggi setiap harinya.

Beni Suparta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi mitigasi bencana daerah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keselamatan kerja dan mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran. Disdamkarmat Natuna berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelatihan serupa di SPPG lainnya di seluruh wilayah Natuna.

Pentingnya Keterampilan Pemadaman Api Dini

Keterampilan dasar dalam memadamkan api menggunakan APAS dan APAR sangat ditekankan dalam pelatihan penanggulangan kebakaran ini. Alat-alat tersebut merupakan lini pertahanan pertama saat terjadi kebakaran kecil. Pengetahuan yang tepat dapat mencegah api membesar dan menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Para relawan SPPG dibekali pemahaman mendalam tentang potensi bahaya di dapur. Mereka dilatih untuk merespons cepat dan tepat terhadap insiden seperti api akibat minyak panas atau korsleting listrik. Kesadaran akan risiko dan kemampuan bertindak cepat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kebakaran.

Inisiatif Disdamkarmat Natuna ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Dengan memiliki relawan yang terlatih, diharapkan setiap insiden kebakaran dapat ditangani secara efektif sejak dini. Hal ini akan meminimalkan dampak negatif terhadap fasilitas dan personel yang bertugas.

Pelatihan untuk Anggota Polres dan Rencana ke Depan

Selain melatih relawan SPPG, Disdamkarmat Natuna juga memberikan pelatihan penanggulangan kebakaran kepada anggota Polres Natuna. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari yang sama di Kantor Disdamkarmat Natuna. Sekitar 10 peserta dari kepolisian turut serta dalam sesi pelatihan ini.

Anggota Polres Natuna mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan mobil pemadam kebakaran. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengendalikan peralatan pemadam api berkapasitas besar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas respons dalam situasi darurat yang lebih besar.

Beni Suparta menambahkan bahwa Disdamkarmat Natuna berencana untuk melanjutkan program pelatihan serupa di masa mendatang. Inisiatif ini akan mencakup SPPG lainnya serta berbagai instansi dan komunitas di Kabupaten Natuna. Komitmen ini menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi