Diplomat Kemlu Tewas dengan Kepala Dilakban Ternyata Alumni UGM 2005, Ganjar Ikut Berduka

Diplomat muda di Arya Daru Pangayunan yang ditemukan tewas dalam kondisi terlilit lakban di kamar kosnya ternyata alumni UGM 2005.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Diplomat Kemlu Tewas dengan Kepala Dilakban Ternyata Alumni UGM 2005, Ganjar Ikut Berduka
Arya Daru Pangayunan (akun medsos Ganjar Pranowo)

Diplomat muda di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Arya Daru Pangayunan yang ditemukan tewas dalam kondisi terlilit lakban di kamar kosnya ternyata alumni Fakultas Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 2005.

Fakta tersebut terungkap dari unggahan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) UGM yang diposting mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam akun instagramnya, @ganjarpranowo, Ganjar mengunggah ucapan duka KAGAMA yang menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya Arya.

Ganjar menambahkan ucapan duka cita sebagai sesama alumni Universitas Gadjah Mada dalam postingan tersebut. Ganjar merupakan Ketua KAGAMA periode 2019 - 2024.

"Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT & diampuni semua dosanya. Alfatihah," kata Ganjar dikutip merdeka.com, Kamis (10/7).

Arya merupkan anggota KAGAMA yang bertugas di Kementerian Luar Negeri sebagai Fungsional Diplomat Ahli Muda Direktorat Perlindungan WNI dan dikenal sebagai motor penggerak perlindungan WNI di luar negeri, termasuk pekerja migran dan korban perdagangan orang.

Arya Daru Pangayunan merupakan pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, pada 15 Juli 1986. Arya merupakan lulusan Fakultas Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) merujuk data dari akun LinkedIn pribadinya.

Perjalanan karir Arya sebagai diplomat dimulai pada 2011-2013. Dia dipercaya menjadi staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon. Arya kemudian melanjutkan tugasnya sebagai third secretary pada bidang politik di KBRI Dili pada periode 2018-2020.

Arya sempat mengemban tugas sebagai Second Secretary yang menangani bidang ekonomi, sosial, dan budaya di KBRI Buenos Aires antara tahun 2020 hingga 2022.

Puncaknya, pada tahun 2025, Arya dipercaya menjabat sebagai Diplomat Ahli Muda di Direktorat Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Judha Nugraha mengatakan semasa bertugasnya Daru sempat menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penanganan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

Sejumlah kasus TPPO dan penanganan perlindungan WNI yang ditangani Daru disebut Judha ada di wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah.

"Almarhum menangani tugas penanganan perlindungan untuk WNI untuk wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah. Menangani kasus-kasus seperti evakuasi di Turki. Di Iran," kata Judha, Rabu (9/7) di Yogyakarta.

Sedangkan untuk kasus TPPO, Daru pernah menangani kasus di Jepang. Namun kasus itu disebut Judha sudah selesai kasusnya. Daru juga pernah menjadi saksi kasus TPPO.

"Iya almarhum pernah menjadi saksi kasus TPPO di Jepang. Kasusnya sudah lama dan sudah selesai," urai Judha.

"Almarhum lebih banyak bertugas dipemulangan anak-anak terlantar. Terus evakuasi," imbuh Judha.

UGM meminta agar kasus kematian Arya Daru Pangayunan yang juga alumnus Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) UGM diusut tuntas karena dinilai tidak wajar.

"Jika meninggalnya almarhum yang nampak tidak wajar, perlu diusut tuntas. Ini demi kemanusiaan dan tanggung jawab perlindungan negara pada warganya," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito dalam keterangan di Yogyakarta, Rabu (9/7).

UGM menyampaikan duka cita atas kepergian ADP yang dinilainya sebagai sosok alumni berprestasi dengan karir baik sebagai diplomat.

"Tentu kita kehilangan sosok alumni berprestasi, alumni Hubungan Internasional Fisipol UGM yang memiliki karier yang baik. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," kata Arie.

Keluarga besar Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) Fisipol UGM juga turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Arya.

Ketua DIHI Fisipol UGM Nur Rachmat Yuliantoro menyebut almarhum sebagai salah satu sosok kebanggaan bagi komunitas akademik HI. ADP merupakan alumnus S-1 Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2005 UGM.

"Dikenal sebagai diplomat yang andal, Daru adalah kebanggaan kita semua. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," ujarnya.

Rekomendasi