Dipengaruhi narkoba, oknum PNS ngamuk di taksi
Merdeka.com - Zulkarnain (48), sopir taksi Kostar semula gembira mendapatkan penumpang yang searah dengan tempat tinggalnya. Tapi kegembiraan itu tak berlangsung lama, karena sang penumpang bertingkah aneh.
Penumpang bernama Ishak Batubara itu menghentikan taksi Kostar BK 1442 DX tepat di depan RS Putri Hijau, Jalan Putri Hijau, Medan. Pria yang mengenakan seragam PNS Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumut ini minta diantarkan ke Tembung.
Arah yang dituju penumpang ini tak begitu jauh dari kediaman Zulkarnain, sang sopir, di Pasar X Tembung.
Di tengah jalan, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Ishak yang duduk di jok belakang mulai bertingkah aneh. Dia menggerak-gerakkan badannya mengikuti irama musik. "Dia nari-nari terus," kata Zulkarnain.
Tak hanya menggerak-gerakkan badan, Ishak juga mencabuti hiasan di dalam taksi. Barang-barang yang ada di dalam taksi dia buang ke jalan.
"Semua dicabuti, kabel-kabel dicabutinya, CD dia buang, nasi bungkus saya pun dia buang. Katanya, nanti ku ganti," cerita Zulkarnain.
Tak berhenti sampai di sana, Ishak juga pindah ke depan dan mematahkan spion kiri. Dia juga menggerakkan stir hingga taksi sempat menghantam tembok.
Zulkarnain kemudian mencoba berhenti di pos polantas di Jalan Prof HM Yamin. Karena tak ada petugas di sana, dia pun menghentikan taksinya di simpang Jalan Madong Lubis.
"Saya memilih berhenti di tempat ramai, di situ saya menghubungi teman saya agar melapor ke Polsek," papar warga Pasar X Tembung ini.
Setelah kendaraan terhenti, Ishak sempat keluar dan menendang dinding taksi hingga peyot. Warga sempat akan menghakiminya, namun Zulkarnain menyelamatkan dan memasukkannya kembali ke dalam taksi.
Tak lama berselang, petugas Polsek Medan Timur pun tiba di lokasi. Ishak yang masih berkeringat dan belum terkontrol diamankan ke Mapolsek Medan Timur.
Abang kandung Ishak, Baharudin Batubara, yang ditemui di Mapolsek Medan Timur, menduga adiknya stres karena ditinggal istri. "Dia ditinggal istrinya delapan bulan lalu," sebutnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani Prihartini menyatakan Ishak memang merupakan PNS di Dispenda Sumut. Namun, dia belum bisa memastikan pria itu dalam pengaruh narkoba.
"Belum bisa kita pastikan, masih kita selidiki. Dia pun masih sulit dimintai keterangan, pandangannya sering kosong," ujarnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya