Diobrak-abrik monyet, petani di Sukoharjo enggan bercocok tanam
Merdeka.com - Petani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tak hanya dipusingkan dengan kekeringan yang melanda. Serangan ratusan monyet dalam kurun waktu 2 bulan terakhir dari pegunungan Seribu semakin membuat mereka resah.
Kera liar tersebut mengobrak-abrik tanaman palawija yang mereka tanam, seperti singkong dan jagung. Akibatnya mereka enggan bercocok tanam, karena selalu dirusak gerombolan kera yang kelaparan.
Kepala desa Gentan, Kardoyo membenarkan kondisi tersebut. Dia memperkirakan kera-kera yang menyerang tanaman tersebut karena kelaparan. Saat musim kemarau seperti ini, lanjut dia, tak ada tanaman atau buah-buahan yang bisa dimakan di tempat mereka tinggal.
"Monyet-monyet menyerang tidak kenal waktu, dari pagi hingga sore bisa berkali-kali ke ladang pertanian dan mengambil tanaman petani seperti singkong dan jagung. Ini membuat petani tidak mau lagi menanami sawah dan ladangnya," ujar Kardoyo, saat ditemui wartawan, Rabu (23/9).
Kardoyo menjelaskan, setiap turun ke sawah dan lading atau pemukiman warga, kera-kera ini membentuk sebuah kelompok yang beranggotakan hingga 20 ekor kera. Mereka menyerang area pertanian yang tidak dijaga petani. Kemudian mengambil jagung maupun singkong bahkan padi. Tak hanya sawah atau ladang, kawanan kera juga berani masuk ke dalam rumah warga untuk mengambil makanan.
"Di sawah dan ladang sudah tak ada tanaman yang bisa diambil. Jadi mereka masuk rumah dan mengambil makanan," ucapnya kesal.
Dia mengaku bersama warga sudah sering melakukan upaya pengusiran. Meski sudah pergi, kawanan kera tersebut kemudian kembali lagi. Dia mengatakan kondisi ini sudah bertahun-tahun dan cukup meresahkan warga.
"Kejadian seperti ini sudah bertahun-tahun, tapi sampai saat ini belum ada solusi jitu untuk mencegahnya," pungkasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya