Dinsos Sumbar Salurkan Bantuan Banjir Rp124 Juta untuk Penyintas di Padang Pariaman
Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat menyalurkan Bantuan Banjir Sumbar senilai Rp124 juta lebih kepada ratusan penyintas di Nagari Kampung Galapung, Padang Pariaman. Apa saja bantuan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka?
Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Dinsos Sumbar) telah menyalurkan bantuan senilai Rp124.270.000 kepada para penyintas banjir. Bantuan ini ditujukan bagi warga di Nagari Kampung Galapung, Kecamatan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman yang terdampak bencana alam.
Penyaluran bantuan banjir Sumbar ini dilakukan pada Senin malam (24/11), menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Minggu (23/11). Akibatnya, sebanyak 170 kepala keluarga (KK) terdampak dan 250 jiwa terpaksa mengungsi ke mushalla terdekat untuk mencari perlindungan.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di titik-titik terdampak untuk mempercepat penanganan darurat bencana.
Detail Bantuan dan Dampak Banjir di Padang Pariaman
Bantuan yang disalurkan Dinsos Sumbar mencakup berbagai kebutuhan esensial bagi para penyintas banjir. Ini bertujuan untuk meringankan beban mereka selama masa darurat dan memastikan ketersediaan logistik dasar.
Adapun jenis bantuan yang diberikan meliputi dua ton beras, 100 paket makanan siap saji, 60 lembar kasur, dan 50 lembar tenda gulung. Selain itu, terdapat 40 lembar pakaian anak-anak, masing-masing 50 lembar selimut dan paket kebutuhan dasar keluarga, serta 160 paket makanan anak-anak.
Tidak hanya dari Dinsos Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar juga turut menyalurkan tambahan bantuan. Tambahan tersebut berupa 100 selimut dan 20 paket sembako, melengkapi upaya penanganan bencana di Nagari Kampung Galapung.
Prioritas Penanganan dan Koordinasi Pemerintah
Saat meninjau lokasi pengungsian, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy memastikan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan darurat pasca bencana banjir.
Vasko mengingatkan aparatur Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman hingga tingkat nagari untuk memperkuat koordinasi. Hal ini mencakup penanganan para pengungsi, distribusi logistik, serta memastikan layanan kesehatan di lapangan berjalan dengan baik.
Secara khusus, Wagub Vasko meminta agar kelompok rentan menjadi prioritas utama petugas dalam menyikapi bencana alam. Kelompok ini meliputi lanjut usia (lansia), ibu hamil, perempuan, dan anak-anak, yang memerlukan perhatian lebih.
“Semua unsur harus bergerak dalam satu alur. Situasi seperti ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri,” kata Vasko Ruseimy, menekankan pentingnya kerja sama tim dalam menghadapi bencana.
Kondisi Pengungsi dan Kelompok Rentan
Kondisi di lokasi pengungsian masih memerlukan perhatian serius, terutama bagi kelompok rentan. Data terbaru menunjukkan bahwa ratusan warga masih bertahan di tempat pengungsian sejak banjir melanda.
Salah seorang Kader Pembangunan Manusia (KPM) Nagari Kampung Galapung, Suci Ramadhan, melaporkan bahwa masih ada 250 warga yang bertahan di lokasi pengungsian. Dari jumlah tersebut, terdapat 44 balita dan 92 lansia yang memerlukan perhatian khusus.
“Mereka sudah bertahan dua malam di tempat pengungsian sejak banjir melanda,” ujar Suci Ramadhan. Situasi ini menunjukkan kebutuhan berkelanjutan akan bantuan dan dukungan bagi para penyintas banjir.
Sumber: AntaraNews