Dinkes Lacak Jejak WN China Positif Corona Selama Berada di Bali

Kamis, 13 Februari 2020 10:44 Reporter : Moh. Kadafi
Dinkes Lacak Jejak WN China Positif Corona Selama Berada di Bali antisipasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya menanggapi soal warga China bernama Jin, yang dinyatakan positif terjangkit virus corona. Sebelumnya Jin sempat berkunjung ke Bali akhir Januari lalu.

"Saya barusan dapat baca infonya. Kalau kita runut dia ke Balinya sekitar 9 hari sebelum dia terpapar corona. Jadi kemungkinan saja dia setelah sampai di China baru terpapar karena pada waktu itu kan memang kondisi China sedang outbreak," kata Suarjaya saat dihubungi, Kamis (13/2).

Ia meyakini Jin terpapar virus corona di China karena masa inkubasi berlangsung 3 sampai 7 hari. Inkubasi berlangsung saat Jin tiba di China.

"Masa inkubasinya 3 sampai 7 hari padahal di China terkena 9 hari setelah dia meninggalkan Bali kan begitu. Dia 9 hari sudah meninggalkan Bali, itu kemungkinan pertama dia dapatnya di China," ujarnya.

"Kemungkinan kedua masa inkubasinya juga memperpanjang sampai 14 hari. Karena di Bali tidak ada kasus (corona). (Kemudian) 14 harinya berarti apakah dia selama di Bali masih membawa virus, harapan kita tidak karena hitungan-hitungannya 14 harinya di mana kenanya di Bali, sedangkan di Bali tidak ada kasus," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Kendati demikian, pihaknya tengah melacak keberadaan Jin selama di Bali. Karena, pihaknya telah menerima data Jin dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

"Tapi walaupun begitu tetap kita lakukan contact tracking, di mana dia menginapnya. Hari ini, kita cari datanya karena tidak mudah (mencari) dia menginap," ujar Suarjaya.

Seperti diketahui, seorang warga China dinyatakan positif terkena virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, pada Rabu (5/2). Menurut akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di laman Weibo, ia sebelumnya sempat berkunjung ke Bali akhir Januari lalu.

Dalam keterangan di laman tersebut, ia terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2618 pada 22 Januari. Setelah sepekan, warga China itu lalu terbang ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-858 pada 28 Januari.

Begitu sampai di Shanghai, ia sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Delapan hari kemudian, warga China itu dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh CDC Kota Huainan. [rnd]

Baca juga:
Angka Kematian Akibat Virus Corona di China Meningkat Jadi 1.300
Tangkal Dampak Virus Corona, Pemerintah Minta Maskapai dan Hotel Sebar Tarif Murah
Geliat Wisata di Pattaya Lesu Akibat Virus Corona
Wabah Corona di Singapura Meluas, RI Belum Mau Tutup Penerbangan
Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Warga Tanimbar di Karantina di RSUD Magretti
Khawatir Virus Corona, Pemko Sabang Minta Tunda Masuk Kapal Pesiar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini