2 Siswa Dikeluarkan karena Tak Mau Hormat Bendera, Ini Tanggapan Muhadjir
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menanggapi tentang dua orang pelajar yang dikeluarkan dari sekolah lantaran tidak mau hormat bendera. Dua siswa SMP Negeri 21 Batam itu menolak hormat karena alasan keyakinan yang dianut keluarga sejak turun temurun.
"Anak itu yang melakukan itu tidak karena kesadaran sendiri, tapi juga karena pengaruh keyakinan keluarga. Kita harus menghormati apa yang mereka yakini, tapi kita harus ada titik temu dengan apa yang sudah ditetapkan menjadi peraturan negara," katanya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (30/11).
Muhadjir yang sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyarankan agar anak tersebut diberi kesempatan untuk belajar. Masa depan anak juga harus menjadi pertimbangan, sementara yang lain-lain dapat ditempuh dengan proses lain.
"Sebaiknya anak itu diberi kesempatan untuk belajar, jangan sampai mereka terputus dan terhambat," tegasnya.
Tak Hormati Merah Putih, 2 Anak Dikeluarkan dari Sekolah
Dua orang anak dikeluarkan dari sekolah gara-gara tidak mau hormat dengan bender merah putih dan menyanyikan Indonesia Raya. Keduanya bersikap demikian karena aliran keyakinan yang dipercayai oleh keluarga yang sudah turun temurun.
Saat bendera dikibarkan, keduanya hanya menundukkan kepala dan hal itu sudah dijalani oleh para orang tua mereka.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya