Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga karena rebutan lahan, tangan pria ini putus disabet kelewang

Diduga karena rebutan lahan, tangan pria ini putus disabet kelewang Purnawanto. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Konflik memperebutkan lahan eks-HGU PTPN 2 di Sumut terus terjadi. Seorang pria terluka bahkan kehilangan tangan, dalam aksi kekerasan teranyar.

Peristiwa itu terjadi di Simpang Pasar VIII Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Selasa (9/10). Seorang pria, Purnawanto (42), disabet kelewang dua pria, Alung (37) dan Ari alias Begal (35). Akibat sabetan itu, tangan kanannya putus, dan tangan kirinya robek parah bahkan nyaris putus.

Kepala bagian belakang, mata kaki, dada dan punggung korban juga robek terkena benda tajam.

"Korban sudah dirujuk ke RS Pirngadi Medan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Rabu (11/10).

Penganiayaan diduga karena perebutan lahan garapan, eks HGU PTPN 2. Purnawanto dan Syafrizal, mendapat kabar bahwa lahan yang dikuasai Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) di Simpang Pasar VIII Desa Sampali sedang digarap orang lain. Ditemani Purnawanto, Syafrizal mendatangi lahan dimaksud.

Sesampainya di sana, mereka bertemu Alung, Naibaho dan dua rekannya di salah satu gubuk. Mereka meminta agar kegiatan alat berat di sana dihentikan.

Adu mulut sempat terjadi. Syafrizal mendatangi pengemudi alat berat dan meminta operator berhenti.

Saat Syafrizal kembali ke gubuk semula, rekannya sudah tidak ada. Dia juga melihat Alung dan Ari berlari dari lokasi itu sambil membawa klewang dan parang.

Syafrizal mendengar suara merintih dari dalam parit. Ternyata Purnawanto terkapar berlumuran darah. Dia terluka parah. Tubuhnya luka dan tangannya putus. Dia langsung dilarikan ke RS Haji Medan.

"Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan. Kita sudah memeriksa saksi-saksi dan masih mengejar pelaku," jelas Rina. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP