Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga Hendak Dikuburkan, Mayat Bayi Dibuang di Belakang Indekos Samarinda

Diduga Hendak Dikuburkan, Mayat Bayi Dibuang di Belakang Indekos Samarinda Temuan orok di Samarinda. ©2019 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Warga Jalan Sultan Sulaiman Pelita V RT 19 Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, pagi tadi dibikin geger dengan temuan orok tergeletak di tanah belakang indekos. Polisi gerak cepat dengan meminta keterangan sang ibu yang mengaku keguguran.

Orok itu ditemukan tergeletak di atas kain kaos di bawah pohon besar, tidak jauh di belakang bangunan indekos. Diperkirakan, orok itu belum lama diletakkan di lokasi penemuan.

"Ada galian tanah sedalam kurang lebih 30 sentimeter. Ada juga ditemukan parang, diduga untuk menggali tanah," kata salah seorang relawan, Udi Rahman, kepada merdeka.com, Senin (14/10).

Udi menerangkan, orok itu kemudian dibawa tim relawan bersama kepolisian, ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie Samarinda. "Orok itu diduga mau dikubur di galian tanah itu. Parangnya sudah diamankan kepolisian," ujar Udi.

"Kalau usia oroknya, dari perkiraan medis di rumah sakit tadi, sekitar 3 bulan. Ukurannya memang masih kecil kok," tambah Udi.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Abdillah Dalimunthe menerangkan, tim Reskrim bergerak cepat, dan berhasil mengamankan ibu dari orok itu, Devita Yuliastuti (25), warga setempat.

"Suaminya (Devita) kerja kapal di Papua. Pas dia sakit perut hari Minggu (13/10) sore, kemudian mendadak melahirkan orok itu di kamar mandi, keguguran. Itu baru pengakuannya, yang jelasa masih kita dalami, apakah benar seperti itu," kata Dalimunthe.

Dalimunthe menerangkan, setelah orok keluar, di waktu yang sama, orok itu hendak dikuburkan oleh Devita. Namun niatan menguburkan batal, dan orok dibiarkan begitu saja.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP