Dicat ulang dan diperbaiki, ini wajah baru replika pesawat Seulawah di Aceh

Rabu, 2 Mei 2018 06:03 Reporter : Afif
Wajah baru replika pesawat Seulawah di Aceh. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia meresmikan wajah baru replika pesawat RI 001 Seulawah di Lapangan Blang Padang, Selasa (1/5). Pesawat replika cikal bakal pesawat Garuda Indonesia ini direnovasi dengan memperbarui cat pesawat tersebut.

Sejak April Garuda Indonesia merenovasi pesawat bersejarah itu melalui PT GMF Aero Asia. Pesawat replika tersebut sudah lama tak direnovasi, sehingga warna sudah memudar dan sekarang sudah terlihat indah setelah dicat kembali.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memberikan apresiasi atas kepedulian Garuda Indonesia yang merenovasi monumen penting sejarah dirgantara bangsa Indonesia.

"Semangat masyarakat Aceh berkontribusi untuk perjuangan kemerdekaan RI tidaklah sekedar dengan tenaga dan pikiran semata, tetapi juga berupa material, dan salah satunya adalah pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini," kata Aminullah Usman.

Wajah baru replika pesawat Seulawah di Aceh 2018 Merdeka.com/Afif

Pesawat ini merupakan pesawat terbang pertama yang dimiliki oleh Indonesia pada masa kemerdekaan. Di sisi lain, Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini juga merupakan cikal-bakal terbentuknya perusahaan penerbangan nasional Garuda Indonesia.

Aminullah berharap dengan diresmikannya wajah baru Replika Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini, dapat menambah semangat semua pihak untuk lebih meningkatkan bakti dan karya nyata bagi nusa dan bangsa.

"Alhamdulillah juga pemugaran replika ini bertepatan dengan suasana Hari Jadi ke-813 Kota Banda Aceh," tukasnya.

Sementara itu Dirut GMF Aero Asia Iwan Juniarto mengatakan, renovasi monumen cikal bakal dunia kedirgantaraan Indonesia ini merupakan kado spesial bagi Banda Aceh di usia ke-813 tahun.

Wajah baru replika pesawat Seulawah di Aceh 2018 Merdeka.com/Afif

"Menurunkan tujuh teknisi terbaik yang kami miliki, pengerjaan renovasi replikasi pesawat ini rampung pada 16 April lalu dengan waktu 14 hari. Dalam prosesnya kami juga dibantu oleh para siswa SMK Penerbangan Aceh," katanya.

Adapun sejumlah pekerjaan yang mereka lakukan antara lain penggantian pintu dan jendela pesawat, memperbaiki korosi pada bagian badan, sayap dan ekor pesawat.

"Catnya juga baru dan tetap mempertahankan warna aslinya. Kualitas pengerjaannya sama dengan pesawat asli," ungkapnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini