Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diberi uang pun warga Jakarta ogah belajar Tanjidor

Diberi uang pun warga Jakarta ogah belajar Tanjidor Tanjidor. wordpress.com

Merdeka.com - Kesenian Betawi Tanjidor terancam punah. Setidaknya sampai kini tercatat hanya ada 5 klub Tanjidor di Jakarta. Parahnya, semua anggota Tanjidor hanya didominasi kakek-kakek.

"Tanjidor bakal punah. Sekarang saja para pelaku sudah sepuh, makanya suara Tanjidor fals karena yang tiup kakek-kakek sudah ompong," kata Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi Tatang Hidayat di Diskusi Publik 'Membangun Karakter Masyarakat Jakarta yang Sosial dan Budaya' Di Galery Cafe Cikini, Jakarta, Senin (23/12).

Lembaga Kebudayaan Betawi kemudian mencari cara agar para remaja mau belajar Tanjidor, termasuk memberi mereka uang.

"Kita mau ada yang menjadi pelaku, mediator, dan membangun institusi budaya. Kita pernah jangan pungut iuran ternyata animo kurang. Padahal sudah disiapkan makan siang, ongkosnya tapi enggak ada juga (yang minat)," ujarnya.

Menurut Tatang, perlu dukungan semua pihak untuk mencegah hilangnya Tanjidor di Jakarta. Misalnya menjadikan Tanjidor sebagai welcoming music di hotel dan restoran.

"Kenapa kurang minat? Karena apresiasi masyarakat lemah. Strategi kami menjadikan Tanjidor sebagai welcoming musik," terang Tatang.

Lembaga Kebudayaan Betawi mencatat di Jakarta hanya ada 10 klub Gambang Kromong, lima klub Keroncong Tanjidor, 15 klub ondel-ondel, 30 klub kesenian palang pintu.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP