Tiga jenazah terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 saat melakukan penyergapan di Jalan Kaliurang, Km 9,5, Ngaglik, Sleman diambil pihak keluarga, Selasa (17/7). Jenazah para terduga teroris ini sudah tiga hari berada di RS Bhayangkara Polda DIY.
Pantauan di lapangan, ambulans berjenis kijang dengan warna hitam dan grandmax berwarna putih ini langsung menuju ke bagian belakang RS Bhayangkara atau tepatnya menuju ke depan gedung forensik. Kedua ambulans ini sempat cukup lama berada di depan gedung forensik RS Bhayangkara.
Setelah itu sebuah peti jenazah dimasukkan ke dalam ambulans berwarna hitam. Mobil ambulans hitam ini pun langsung meninggalkan RS Bhayangkara. 30 menit kemudian, giliran ambulans berwarna putih yang bersiap meninggalkan RS Bhayangkara. Diiringi dua mobil pribadi, ambulans ini pun bergegas meninggalkan RS Bhayangkara.
Menurut salah seorang anggota keluarga yang berinisial N, kedua jenazah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. Dua jenazah itu adalah Sutrisno dan Abdul Syafei. Atas kesepakatan dari keluarga, kedua jenazah ini dibawa ke daerah Sukoharjo untuk dimakamkan.
"Atas izin keluarga, kedua jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum di daerah Polokarto, Sukoharjo. Setelah dari RS Bhayangkara akan langsung dibawa ke sana," ujar N saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (17/7).
Sedangkan untuk satu jenazah lainnya, belum bisa dipastikan apakah sudah diambil oleh pihak keluarga atau belum. Sebab, hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak Polda DIY.