Desiana belajar Bahasa Arab, dicurigai ke luar negeri lewat Malaysia

Jumat, 8 April 2016 03:00 Reporter : Nur Aditya
Desiana belajar Bahasa Arab, dicurigai ke luar negeri lewat Malaysia Dosen Desiana. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Keberadaan dosen Universitas Mulawarman di Samarinda, Kalimantan Timur, Desiana (45), masih misterius. Sebelum menghilang, dia diketahui sempat belajar bahasa Arab. Keluarganya menduga dia ke Malaysia melalui Nunukan, Kalimantan Utara.

Bulan Juni 2015 lalu, Desiana bersama kakak kandungnya, Adinda Jaya, beserta 2 anaknya Adinda, sempat bepergian ke Malaysia, melalui Nunukan, di Kalimantan Utara, dengan menggunakan perjalanan darat.

"Jadi kita berfikir, bahwa di bulan Juni itu, dia dan kakaknya, sudah survei duluan untuk keluar negeri. Karena sudah pernah lewat darat, jadi kami berpikir dia keluar negeri, lewat Malaysia," kata kakak ipar Desiana, Edi Winardi, saat berbincang bersama merdeka.com, Kamis (7/4) malam.

Menghilangnya Desiana, telah dilaporkan istri Edi, Lina Meliana, ke Polres Balikpapan, Senin (4/4) lalu, sekitar pukul 13.30 WITA. Sempat menimbulkan pertanyaan saat itu, tentang penerimaan kepolisian.

"Kalau lapor buku tabungan hilang, atau hilang KTP, kan biasanya ada bukti laporan kepolisian kita terima. Tapi ini laporan kehilangan orang, tidak ada bukti lapor. Kita sudah serahkan dokumen, kita kasihkan nomor kontak yang bisa dihubungi. Tidak ditanya kronologis hilangnya," ungkap Edi.

Yang mengejutkan lagi, lanjut Edi, saat ini tidak ada lagi barang-barang di mess dosen yang dia huni bersama dengan rekan sesama dosen. Sekitar Februari lalu, dia sudah membawa semua barang-barangnya.

"Informasi temanya di mess, barangnya sudah di packing semua, seperti orang mau pindah tempat. Dia juga pernah kursus bahasa Arab, pernah bicara ke temannya mau ke Palestina," terang Edi.

Keluarganya saat ini, mengkhawatirkan Desiana terpengaruh pemahaman agama menyimpang yang ditunjukkan kakaknya, Adinda Jaya. Edi tetap berharap, Desiana dan kakaknya, beserta istri dan anaknya, bisa diketahui keberadaannya.

"Adinda Jaya itu mulai melenceng pemahaman agamanya. Itu dia tunjukkan sejak ibunya meninggal, mulai dari situ pemahamannya tentang agama melenceng. Khawatirnya kami, Desiana terpengaruh kakaknya, Adinda Jaya," pungkas Edi.

Diketahui, Desiana, dosen tetap Fakultas Pertanian dengan golongan IIID itu menghilang begitu saja, sejak Februari 2016 lalu dari kampus tempat dia mengajar. Tidak ada yang tahu kepergian Desiana, termasuk rekan dosen dan rekan satu mess-nya. Menghilangnya Desiana, membuat terkejut mahasiswanya yang pernah dia ajar. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Hilang
  2. Samarinda
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini