Demo di Kantor Gubernur Jateng, Ribuan Mahasiswa Disambut Kawat Berduri
Merdeka.com - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi rakyat Jateng menggugat, menggelar demonstrasi dengan mengepung kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (13/4).
Sebelum aksi, para mahasiswa konvoi jalan kaki dengan membawa atribut spanduk dari Kota Lama agar dapat bergabung dengan para demonstran lain. Sesampainya di depan kantor Gubernur, mereka membaut menjadi satu untuk melakukan aksi.
Koordinator aksi Pudol mendesak pemerintah segera menurunkan harga minyak goreng dan BBM, serta menentang wacana penundaan Pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.
"Kami menolak dan wacana penundaan Pemilu. Kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ekonomi membuat harga sembako semakin mahal dan tidak bisa dikendalikan. Terbukti saat ini harga minyak goreng belum stabil," kata Pudol.
Selain itu mahasiswa menolak kenaikan PPN di saat kondisi ekonomi negara belum stabil, dan dinilai kebijakan tidak pro rakyat.
"Jika ini dibiarkan PPN naik memicu kenaikan kebutuhan barang lainnya, sehingga membuat rakyat semakin sulit menderita," jelasnya.
Mereka bergantian berorasi. Massa menolak aksinya ditemui oleh siapapun. Mahasiswa juga menyayangkan aparat kepolisian memasang kawat berduri di depan kantor Gubernur Jateng.
"Kita ini datang aksi damai pak, kami tidak akan rusuh kenapa aksi kami dihalangi kawat berduri," teriak mahasiswa.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengaku proses pengamanan kali ini dilakukan sesuai perintah terpusat serta mengedepankan sisi humanis. Terkait pemasangan kawat berduri hanya sebagai prosedur dalam melakukan pengamanan obyek.
"Jadi pemasangan kawat berduri untuk membatasi pengunjuk rasa dengan aparat. Tahapan SOP mulai lesan, peringatan hingga penggunaan alat jika terjadi ricuh," kata Irwan Anwar.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya