Dapat Penghargaan dari Jokowi meski Pernah Tersangka Korupsi, Ini Kata Hadi Poernomo
Merdeka.com - Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/8).
Hadi pernah terjerat kasus dugaan korupsi dalam proses pemeriksaan keberatan pajak PT BCA Tbk dan pengajuka praperadilan. Gugatannya dikabulkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2014.
Dia pun tidak mempermasalahkan penghargaannya dengan pengalamannya dahulu. Sebab dia menilai hal tersebut sudah selesai.
"Kami kan sebelumnya sudah selesai. Anugerah ini hanya untuk perjuangan kita. Karena ini bukan kita yang menilai," kata Hadi usai diberikan penghargaan dari Jokowi di Istana Kepresidan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8).
Dia mengatakan anugrah tersebut adalah perjuangannya bagaiamana memberantas korupsi. Dan dia berharap bisa memberikan masukan. "Tentu ini berkahnya, kan kita tetap berjuang bagaimana memberantas korupsi dengan sistemik," kata Hadi.
Dia mengatakan bisa perjuangankan untuk membatalkan penetapan tersangka. Kemudian dia juga pernah menggugat Kementerian Keuangan terkait laporan hasil audit investigasi yang terbit pada 17 Juni 2010 yang menjadi dasar KPK menyelidiki kasus pajak BCA. Awalnya, Hadi kalah di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negera (PT TUN) Jakarta.
"Kerugian negara sudah selesai, selesai semua. Perhitungan kerugian negara sudah dibatalkan negara tahun 2016 atau 2017," lanjut Hadi.
Sementara ditemui ditempat yang sama Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menjelaskan penghargaan tersebut dapat dari masukan dari Menteri Sosial Agus Gumiwang serta lainnya. Namun nama-nama tersebut kata dia diseleksi kembali.
"Yang dapat itu yang sudah melaksanakan tugas 3 tahun ke atas. Yang 3 tahun ke bawah tidak dapat," kata Ryamizard.
Dia tidak masalah dengan adanya mantan tersangka KPK dalam jajaran penghargaan tersebut. Menurut dia, Hadi sudah selesai proses hukum.
"Udah selesai. Kalau kemudian hari terdapat kekeliruan, nah. Kan 2x menang sudah. Kenapa? MA lagi," ungkap Ryamizard. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya