Kolonel Inf Ali Imran, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, dengan tegas membantah tuduhan perampasan bantuan bencana oleh prajurit TNI di Aceh. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan masyarakat. Prajurit TNI justru berperan penting dalam mengamankan logistik bantuan yang tiba di wilayah terdampak bencana.
Pernyataan ini disampaikan Kolonel Ali Imran di Lhokseumawe, Aceh, menyikapi isu yang beredar luas. Menurutnya, tugas utama TNI adalah memastikan bantuan dapat didistribusikan secara merata dan tepat sasaran kepada seluruh masyarakat. Hal ini sesuai dengan perintah dari Menko Polkam dan BNPB sebagai koordinator penanggulangan bencana.
TNI bertindak sebagai pengelola posko bencana yang ditetapkan BNPB, mengawal bantuan dari pelabuhan hingga ke posko terpadu. Proses ini dilakukan dengan sistem pencatatan yang transparan, melibatkan kepala desa, camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Tujuannya adalah mencegah penyalahgunaan dan memastikan keadilan dalam penyaluran.
Advertisement
Advertisement
Klarifikasi Peran TNI dalam Penyaluran Bantuan
Kolonel Ali Imran menjelaskan, TNI hanya menjalankan tugas membantu mengangkat bantuan dari pelabuhan ke posko terpadu. Posko ini dipimpin oleh BNPB, memastikan koordinasi yang efektif. Setelah itu, bantuan akan didistribusikan ke berbagai wilayah yang membutuhkan.
Putra asli Aceh ini menegaskan, sistem pengambilan bantuan tercatat secara rinci, baik barang masuk maupun keluar. Proses ini didampingi oleh keuchik (kepala desa), camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Ini menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam setiap tahapan penyaluran.
Tujuan utama dari sistem ini adalah agar semua masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan yang adil dan merata. "Biar kita bisa mendata dengan jelas, desa mana yang sudah dapat dan mana yang belum," kata Kolonel Ali Imran. Sistem ini mencegah adanya desa yang berulang kali menerima bantuan sementara desa lain belum tersentuh.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Prajurit dalam Penanggulangan Bencana
Danrem Ali Imran menekankan komitmen prajuritnya dalam membantu kesulitan masyarakat Aceh sejak bencana alam terjadi. Ia mengaku telah berjuang keras selama berminggu-minggu untuk penanggulangan pascabencana. Upaya ini terus berlanjut hingga fase pemulihan.
"Ya, tidak ada niat kami untuk merampas, saya sudah tiga minggu jungkir balik nih," tegasnya. Sebagai putra daerah, Kolonel Ali Imran merasa tidak mungkin merampas bantuan untuk masyarakatnya sendiri. Pernyataan ini menunjukkan dedikasi dan empati tinggi terhadap korban bencana.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh daerah terdampak di 12 kabupaten/kota dalam wilayah kerjanya. Distribusi mencakup Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, yang masih disalurkan melalui jalur darat "AirDrop". Bahkan, Dandim Aceh Utara diperintahkan untuk mengawal bantuan secara estafet hingga ke titik terjauh.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Pembegalan dan Himbauan kepada Masyarakat
Kolonel Ali Imran juga menyoroti peristiwa pembegalan kapal pengangkut bantuan beberapa hari lalu di tengah laut oleh sejumlah kelompok. Sebagai pimpinan TNI di Korem, ia tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Pengamanan ketat dilakukan untuk mencegah insiden yang merugikan distribusi bantuan.
"Jadi biar jelas siapa yang mengambil, dan fitnah itu," ujarnya, menyinggung insiden tersebut. Meskipun ada prajurit TNI yang turut mengawal, kelompok tersebut masih berani bertindak. Hal ini menunjukkan pentingnya sistem pengamanan dan pencatatan yang terstruktur.
Danrem Ali Imran menguraikan bahwa bantuan berasal dari berbagai pihak, bukan milik pribadi. Sumber bantuan meliputi pemerintah pusat, Kementerian Pertanian, Bapanas, serta relawan dan donatur dari Jakarta maupun daerah lain. Semua bantuan ini ditujukan untuk korban bencana di Aceh.
Advertisement
Dalam kesempatan ini, ia menghimbau masyarakat terdampak bencana agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak benar. "Kita minta kepada masyarakat untuk mengerti dan bersabar," katanya. Kolonel Ali Imran berharap penyaluran bantuan dapat tepat sasaran langsung kepada korban, sesuai dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews