Mataram, 23 Januari 2026 – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram bergerak cepat pasca-banjir melanda wilayah tersebut. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan sisa lumpur di ruas jalan.
Sebanyak 21 personel Damkarmat turut serta dalam operasi pembersihan ini. Mereka fokus pada area di sepanjang pinggir Sungai Jangkuk yang terdampak paling parah.
Kepala Damkarmat Kota Mataram, H. Rudi Suryawan, menjelaskan bahwa tindakan ini bertujuan mengembalikan kenyamanan dan keamanan warga. Pembersihan dilakukan agar jalan dapat kembali dilintasi dengan aman oleh pengendara maupun pejalan kaki.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pembersihan di Sungai Jangkuk dan Sekolah
Damkarmat Mataram memfokuskan upaya pembersihan di beberapa titik strategis. Dua tim diturunkan untuk membersihkan jalan di pinggir Sungai Jangkuk, khususnya di Kelurahan Pejeruk Ampenan dan Kelurahan Dasan Agung.
Setiap mobil pemadam memiliki kapasitas air 5.000 liter, sehingga total 10.000 liter air siap digunakan dalam satu kali pengiriman. Di Kelurahan Pejeruk saja, hingga sekitar pukul 11.30 WITA, sudah menghabiskan 15.000 liter air untuk membersihkan lumpur.
Selain membersihkan jalan, tim Damkarmat juga melakukan penyedotan air di SD 47 Ampenan yang berlokasi di Bintaro. Halaman sekolah tersebut tergenang parah akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai.
Advertisement
Rudi Suryawan menambahkan bahwa penyedotan air juga pernah dilakukan di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Mataram sebelumnya. Ini menunjukkan peran Damkarmat yang luas dalam penanganan bencana terkait air.
Advertisement
Kesiapsiagaan Damkarmat Mataram di Tengah Cuaca Ekstrem
Damkarmat Kota Mataram menunjukkan kesiapsiagaan penuh menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Seluruh personel disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana.
Potensi kebakaran saat cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius, sehingga satu mobil pemadam selalu disiagakan di markas. Hal ini memastikan respons cepat jika terjadi bencana lain saat sebagian armada dikerahkan.
Rudi Suryawan menegaskan bahwa tugas Damkarmat tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga mencakup berbagai penanganan terkait air. Ini termasuk penyemprotan lumpur dan penyedotan genangan air.
Advertisement
Pihak Damkarmat juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan potensi bencana. Laporan cepat dari warga sangat membantu tim dalam meminimalkan dampak buruk bencana.
Advertisement
Layanan Cepat dan Koordinasi Bantuan Bencana
Untuk memastikan respons yang efektif, Damkarmat Mataram menyediakan layanan panggilan cepat melalui call center Mataram 112. Masyarakat dapat menghubungi nomor tersebut untuk melaporkan kejadian darurat.
Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga menjadi kunci dalam penentuan lokasi prioritas pembersihan. Damkarmat menunggu informasi lebih lanjut dari BPBD untuk penanganan di lokasi lain.
Ketersediaan dua mobil pemadam dengan kapasitas besar memungkinkan Damkarmat untuk bekerja secara efisien. Mereka dapat dengan cepat kembali mengisi tangki air jika pasokan di lokasi tidak mencukupi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews