Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalam Sepekan, Warga Tasikmalaya Dibuat Resah Teror Ular Kobra

Dalam Sepekan, Warga Tasikmalaya Dibuat Resah Teror Ular Kobra Diteror Ular Kobra di Tasikmalaya. ©2019 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Teror ular kobra juga terjadi di Kabupaten Tasikamalaya. Dalam sepekan terakhir, belasan ular kobra ditangkap warga. Beberapa di antaranya langsung dibunuh.

Warga perumahan Tata Lestari, RT 04/RW 10, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna digegerkan kemunculan ular berbisa mematikan itu. Lokasi penemuannya sendiri di perumahan yang berdekatan dengan area pesawahan.

Warga mengaku menemukan belasan ular kobra yang tengah beraktivitas di sekitar pemukiman warga. Senin (16/12), warga telah menangkap tiga ular kobra. Dua di antaranya masih hidup dan dimasukkan ke dalam botol kemasan air minum. Satu lainnya dibiarkan mati.

"Ular kobra ini pertama kali dilihat baru pulang ke rumah tadi pagi, pas buka pintu dan mau menyapu tiba-tiba ada ulah kobra sepanjang 30 centimeter di pojokan rumah. Saya langsung berteriak dan lari keluar rumah," ujar Leli Widia (29), warga perumahan Tata Lestari, Senin (16/12).

Warga yang mendengar Leli berteriak dan melihatnya lari langsung berkerumun di sekitar rumah. Saat itu salah seorang warga ada yang berniat menangkap dan memasukannya ke dalam botol kemasan air minum.

Beberapa jam setelah Leli menemukan ular, suaminya yang bernama Sofyan (32) kembali menemukannya di siang hari. "Karena itu sekarang saya memilih tinggal di rumah orang tua saya. Masih di sekitaran sini rumahnya. Kalau tinggal di rumah takut, yang kebayang ular terus," ujarnya.

Sebelum ini, Leli mengaku sempat melihat ular dengan ukuran yang lebih panjang dan besar saat sedang mencuci. Namun ular tersebut tidak berhasil ditangkap. Parahnya lagi, warga setempat telah menangkap belasan ular selama sepekan terakhir.

"Anak saya yang masih kecil juga sempat melihat ular yang berkeliaran," ucapnya.

Dia menyebut kejadian munculnya ular dengan jumlah yang banyak baru pertama kali ini terjadi. Dia curiga kemunculan ular tersebut berasal di salah satu rumah kosong dengan tanaman liar yang tumbuh tinggi. Warga sempat menemukan satu ular dan diduga induk ular berada di rumah tersebut.

Ketua RW 10, Desa Cikadongdong, Dedi ZM mengungkapkan warganya sudah menangkap lima ekor ular ketika pertama kali menemukan kobra. Dua ular yang ditangkap telah dimatikan dan dibuang.

"Memang tidak hanya hari ini saja, dalam sepekan sudah ada 15 ekor ular yang ditangkap warga. Ada yang dibunuh karena takut. Memang kondisi ini cukup meresahkan, apalagi di sini kan banyak warga yang punya anak kecil," terangnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP