Cerita Relawan saat Proses Disuntik Vaksin Covid-19
Merdeka.com - Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad), Eddy Fadlyana mengatakan jumlah relawan uji klinis vaksin Sinovac fase ketiga yang sudah disuntik mencapai 248 orang sejak Senin (31/8).
Jumlah relawan pun membludak hingga lebih dari 2.400 ribu orang yang mendaftar dan datanya masih diverifikasi. Padahal, lanjut dia, jumlah relawan yang dibutuhkan tim riset hanya sebanyak 1.620 orang dan sisanya menjadi cadangan. Pendaftaran untuk menjadi relawan dapat dilakukan melalui Whatsapp atau Puskesmas.
Uji klinis vaksin tahap tiga ini dilakukan di enam lokasi di Kota Bandung, yaitu di Balai Kesehatan Unpad Dipatiukur, Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad, Puskesmas Dago, Puskesmas Garuda, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Sukapakir.
Salah satu relawan yang telah disuntik vaksin itu adalah Bulan Prizilla. Ia mengungkapkan mengetahui informasi relawan ini dari suami tantenya yang tidak lain adalah Eddy Fadlyana, manajer lapangan uji klinis vaksin Covid-19. Ia menceritakan keputusannya ingin menjadi relawan, meski dari pihak keluarga sendiri ada yang pro dan kontra terkait keputusan yang diambilnya.
"Saya melihat dampak dari Covid-19 sangat berbahaya, bukan hanya nyawa taruhannya tapi juga mental, pola pikir, pendidikan, karakter, dan perekonomian menjadi rusak. Saya ingin kondisi Indonesia cepat bangkit, tidak ingin Indonesia hancur karena perekonomian yang terpuruk. Khususnya demi anak saya. Saya tidak mau anak yang saya cintai hidup dalam kondisi ini," ujarnya kepada merdeka, Selasa (1/9).
Suntikan Pertama
Ia mengaku mendaftarkan diri kepada tantenya dan kemudian ditindaklanjuti oleh panitia. Lokasi penyuntikannya di Fakultas Kedokteran seberang RS Hasan Sadikin Bandung. Ia menambahkan suntikan pertama dan kedua terjadi di bulan Agustus dengan selang waktu dua minggu, seingatnya itu terjadi pada tanggal 12 Agustus dan 26 Agustus.
Bulan menceritakan suasana kala itu sesuai prosedur dan tidak hanya Bulan yang merasa deg deg-an tapi hampir semua relawan merasakan hal yang sama juga. Proses penyuntikan dibagi menjadi kloter, kala itu kloter Bulan berjumlah 10 orang. Ia disuntik di bagian lengan atasnya. Bulan juga sempat bercerita ia mengalami kurang enak badan sebelum dan sesudah disuntik vaksin.
"Pada umumnya saya baik-baik saja, tapi memang kurang enak badan karena lagi kelelahan sepertinya bukan dari vaksin," sambungnya.
Pada umumnya akan ada reaksi ringan seperti peningkatan suhu tubuh, nyeri atau bengkak di bekas suntikan. Sementara itu yang dirasakan Bulan hanya pegal-pegal setelah disuntik. Setelah proses selesai Bulan diberi kertas untuk mencatat kondisi kesehatan dan juga vitamin atau obat yang bisa dikonsumsi.
Untuk menjadi relawan uji klinis tentu memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh relawan seperti yang dilakukan Bulan agar memenuhi kriteria yang ada.
Reporter Magang: Febby Curie Kurniawan
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya