Momen liburan Idul Fitri oleh banyak warga digunakan untuk berwisata keluarga. Garut menjadi salah satu tujuan wisata keluarga, dan kawasan Darajat di Kecamatan Pasirwangi menjadi bagian destinasi wisata favoritnya.
Darajat berada di kawasan perbukitan, sehingga tentunya kontur jalannya pun berkelok dan menanjak. Kondisi tersebut, khususnya bagi wisatawan luar kota, karena tidak mengetahui medan, tidak jarang menjadikan kendaraannya tiba-tiba mogok saat melewati tanjakan.
Kapolsek Pasirwangi resor Garut, Iptu Wahyono Aji mengatakan bahwa setidaknya ada dua tanjakan utama yang akan dilewati wisatawan saat hendak berwisata ke Darajat. Dua tanjakan itu memiliki kemiringan cukup terjal sehingga bagi pendatang yang baru melewati jalur tersebut akan kesulitan mengendalikan kendaraannya.
Untuk mengantisipasi terganggunya arus lalulintas wisata akibat kendaraan yang mogok, Aji menyiagakan satu mobil ranger atau jenis doubel cabin untuk bisa menderek kendaraan yang mogok di tanjakan.
“Mobil kami siagakan di pos pelayanan, begitu ada laporan kendaraan yang mogok kita langsung terjunkan ke lapangan dan melakukan penderekan. Mobil ini sudah kami siapkan sejak hari H lebaran yang biasanya angka kunjungan wisatawan mengalami peningkatan,” kata Aji, Rabu (2/4).
Pada Rabu (2/4), diakui Aji, hingga petang pihaknya setidaknya menderek 5 mobil yang mogok di dua tanjakan berbeda. Seluruh kendaraan yang mogok adalah milik wisatawan yang berasal dari luar kota.
Advertisement
Menurutnya, ada beberapa penyebab kendaraan yang tidak kuat melewati tanjakan ke arah Darajat. Diantaranya karena kondisi mobil yang tidak fit karena sudah tua, atau karena pengemudinya tidak mengetahui kondisi medan dan tidak siap melewati kontur jalan yang menanjak.
"Di hari kedua lebaran, kami sempat menderek kendaraan juga yang mogok. Kalau tidak salah di hari kedua lebaran ini ada dua mobil yang mogok pas tanjakan dan keduanya wisatawan dari luar Garut," katanya.
Aji menyebut bahwa pihaknya sudah memprediksi kemungkinan banyaknya kendaraan wisatawan yang mogok. Oleh karenanya, pihaknya menyiagakan kendaraan yang merutinkan patroli setiap waktu.
“Setiap jam ada anggota yang selalu patroli di jalur-jalur yang rawan kendaraan yang mogok. Bila kemudian ada yang mogok, langsung melaporkan ke pos dan mobil ranger polsek langsung turun untuk melakukan penderekan,” ucapnya.
Dia mengaku bersyukur hingga saat ini tidak ada kendaraan wisatawan yang besar sehingga proses evakuasi cukup menggunakan mobil polisi yang ada.
"Kalau pun kemudian ada, sebagai bentuk pelayanan maksimal polisi, pasti akan kami derek dengan kendaraan yang cukup kuat untuk mendereknya,” pungkasnya.