Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan tugas kepada anak buahnya ke daerah bencana. Tugas itu salah satunya diberikan kepada anggota Dispenad TNI AD Sertu S Edi Putra.
Sertu S Edi Putra Tarigan mengaku, mendapatkan tugas ke Nusa Tenggara Barat saat kejadian bencana banjir bandang pada April 2021.
"Ini adalah pertama kali saya mendapat perintah berangkat operasi militer selain perang, rasanya bukan hanya menjalani tugas, tetapi saya merasa hidup jauh lebih berarti," kata Putra dalam keterangannya, Minggu (6/6).
Dalam menjalankan tugasnya itu dia bersama dengan personel Yonzikon-13. Di sana, ia membantu warga untuk membangun jembatan yang rusak akibat banjir di Kabupaten Bima.
"Kami melakukan tugas masing-masing, bergerak cepat dan sistematis, direncanakan sedemikian rupa agar pekerjaan bisa dilakukan secara efisien dan cepat," jelasnya.
Banjir bandang memberikan dampak mendalam bagi masyarakat Bima. Rusaknya fasilitas umum, seperti jembatan yang hanyut terbawa arus banjir membuat mobilitas warga terhambat.
Sejumlah jembatan yang rusak merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, TNI AD dengan segera menyelesaikan sejumlah jembatan yang putus akibat banjir bandang tersebut.
Putra yang mengaku sebagai prajurit ketika ditugaskan tidak hanya mengerjakan apa yang diperintahkan, tetapi juga menjalin komunikasi yang baik dengan warga setempat.
Bahkan ketika dia sudah kembali ke Jakarta, komunikasi dengan warga di Bima tidak terputus. Putra rutin menghubungi warga tempat ia ditugaskan saat operasi turun ke daerah bencana.
"Kita tetap harus menjaga silaturahim dengan masyarakat, suatu saat kita diberangkatkan lagi tugas ke sana kita punya keluarga kecil di sana, punya teman. Makanya saya jalin komunikasi yang baik dengan mereka," tutupnya.