Aska (8), bocah yang menghuni bangunan rumah sekaligus kedai warung Tegal di Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan menjadi korban dalam insiden kebakaran hebat yang menghanguskan tempat usaha sekaligus tempat tinggal pemilik usaha atas nama Naprilihin (55).
Beruntung sang ayah Naprilihin, ibu Sutriani (42) dan kakak Aska, Salsabila (14) berhasil keluar rumah dengan selamat setelah ditolong warga dengan cara melompat dari lantai dua bangunan rumah toko tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Adam Dohiri menerangkan kebakaran tersebut bermula dari kecurigaan saksi Budi Rahman yang mencium bau asap menyengat dari tempat usahanya Selasa tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB.
“Kemudian saksi keluar dan melihat ada api dari lantai 2 warteg yang berdekatan dengan warung milik saksi. Kemudian saksi Budi menolong korban terdiri dari Ayah, Ibu dan anak perempuan yang berada di lantai 2 bangunan dengan menangkapi korban lompat dari lantai 2," ujar Adam dikonfirmasi, Rabu (19/3).
Saat proses evakuasi mandiri itu, korban Naprilihin sempat menyatakan kepada saksi bahwa masih ada satu anak laki-lakinya sedang tertidur lelap di lantai 2.
Saksi sempat berusaha mengevakuasi korban Aska. Namun api cepat membesar dan saksi keluar kembali untuk menyelamatkan diri.
Kemudian tetangga korban lain menghampiri dan membantu para korban serta berusaha menghubungi petugas pemadan kebakaran dengan meminta tolong ke pegawai SPBU dekat lokasi.
Setelah 20 menit kejadian, 3 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api setelah 40 menit proses pemadaman. Namun Aska dipastikan telah meninggal terpanggang api.
"Untuk kerusakan bangunan akibat kebakaran mencapai 85 persen. Total kerugian belum bisa ditaksir karena keluarga masih syok,” jelas Adam.