Bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin kaligrafi lukis bakar di Lumajang, Jawa Timur. Jasa pembuatan hiasan dengan teknik lukis bakar ini mulai banyak permintaan saat memasuki pertengahan Ramadan.
Banyak warga muslim memesan kaligrafi sebagai hiasan dinding rumah untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Muhammad Rizal, salah satu pengrajin kaligrafi di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang tampak sibuk. Ia harus menyelesaikan pesanan kaligrafi yang berdatangan.
Pesanan tak hanya dari warga setempat, tokoh-tokoh keagamaan hingga hingga pemilik toko yang memesan karyanya untuk dijual lagi.
“Alhamdulillah pesanan meningkat saat Ramadan ini. Kebanyakan yang pesan dari tokoh masyarakat seperti kyai, guru, habib dan lain-lain,” kata Rizal, Selasa (11/35).
Karyanya ini menjadi banyak diminati lantaran teknik yang dipakai menggunakan metode pirografi yakni menghias lembaran kayu dengan cara membakar menggunakan alat khusus. Teknik ini biasa disebut lukis bakar.
Hasilnya yang simple tanpa banyak kombinasi warna dinilai lebih awet dibanding karya lainnya yang bisa mengalami proses pemudaran.
Untuk membuat satu lukisan kaligrafi, Rizal memerlukan waktu 2-3 hari pengerjaan tergantung tingkat kesulitan. Sementara, untuk satu lukisan, karyanya dibanderol dengan harga mulai dari Rp150.000 sampai Rp500.000 tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.
“Pengerjaan 2-3 hari. Satu lukisan beda-beda tergantung kesulitan pengerjaan,” ujar Rizal.
Selama bulan Ramadan ini, pesanan kaligrafi bisa mencapai 17 lukisan dari yang biasanya hanya 5-7 setiap bulan. Aneka desain bisa dikerjakannya, tidak hanya tulisan tetapi juga lukis wajah.
Sementara itu, Nizar mengaku pesan lukisan kaligrafi ini untuk hiasan saat Hari Raya nanti. Menurutnya, hiasan ini bisa mempercantik sudut ruangan sehingga menambah kesan segar ruangan rumah.
“Ini saya pesan untuk lebaran. Harganya standar ya menurut saya Rp150.000 sudah dapat lukisan bagus seperti ini,” kata Rizal.
Advertisement