Cerita Orang Tua Daftarkan Anaknya ke Barak Militer Cilodong Depok, Kesal Malas Sekolah dan Ngamen Ondel-Ondel

Rata-rata orang tua mengaku kewalahan mendidik dan mengarahkan anaknya sehingga mereka memilih mendaftarkan ke barak militer.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Cerita Orang Tua Daftarkan Anaknya ke Barak Militer Cilodong Depok, Kesal Malas Sekolah dan Ngamen Ondel-Ondel
Cerita Orang Tua Daftarkan Anaknya ke Barak Militer Cilodong Depok, Kesal Malas Sekolah dan Ngamen Ondel-Ondel (Merdeka.com)

Beragam alasan diungkapkan sejumlah orang tua yang mendaftarkan anaknya di program Pendidikan Karakter untuk menjalani pendidikan di barak militer Markas Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok. Rata-rata orang tua mengaku kewalahan mendidik dan mengarahkan anaknya sehingga mereka memilih mendaftarkan ke barak militer. Bukan tanpa sebab, para orang tua mengaku hampir menyerah mengurus anaknya karena sudah sangat sulit diatur.

Seperti yang diungkapkan Nia. Dia mengaku kesal dengan anaknya karena malas sekolah. Anaknya memilih bermain dan mengarak ondel-ondel bahkan sampai merokok.

"Anak saya sukanya ngarak ondel-ondel," kata Nia, Sabtu (31/5).

Sejumlah anak akan mengikuti pendidikan karakter di Markas Divisi 1 Kostrad, Depok.
Sejumlah anak akan mengikuti pendidikan karakter di Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. (Foto: Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto). @ 2025 merdeka.com

Begitu mengetahui ada program ini dia langsung mendaftarkan anaknya. Harapannya setelah mengikuti program ini anaknya menjadi disiplin dan bertanggungjawab.

“Semoga ini menjadi penyemangat anak untuk disiplin, semangat belajar, kan ini untuk masa depan dia juga,” ujar dia.

Anak Sempat Menolak Dikirim ke Barak Militer

Sebelum mendaftarkan anaknya, dia juga sempat berdebat. Karena anaknya sempat tidak mau ikut program ini. Namun dengan arahan dari suaminya akhirnya anaknya bersedia ikut program ini.

“Ya awalnya anaknya si enggak mau. Cuma ya akhirnya dibujuk, namanya anak-anak. Makanya saya sama bapaknya bujukin biar mau ikut. Biar anaknya mau sekolah, disiplin, lebih baik lagi,” kata Nia.

Pemerintah Kota Depok hari ini, telah mengirimkan 90 anak mengikuti pendidikan karakter di Markas Divisi 1 Kostrad, Depok.
Pemerintah Kota Depok hari ini, telah mengirimkan 90 anak mengikuti pendidikan karakter di Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. (Foto: Liputan6.com, Dicky Agung Prihanto). @ 2025 merdeka.com

Momen Haru Anak Dikirim ke Barak Militer Cilodong

Walau mengaku kesal karena sulit diatur, namun para orang tua tetap meneteskan air mata saat mengantar anaknya. Mereka akan mengikuti program ini selama 10 hari. Seperti Ida yang terlihat tak kuasa menahan air mata saat melepas keberangkatan anaknya. Dia mengaku mendaftarkan anaknya karena sulit diatur.

“Saya tahu dari ada teman juga terus dari ibu guru juga. Jadi awalnya sih pas baca-baca di media sosial, cuma program Pak Dedi Mulyadi ya, kayaknya ini pas deh buat anak saya,” kata Ida.

Anaknya duduk di bangku kelas VIII SMP. Anaknya kerap susah tidur dan semaunya sendiri tanpa memikirkan orang tua serta masa depannya.

“Kalau sudah perjanjian kita kerasin, dia makin jadi, kita lembutin oke perjanjian enggak ngelakuin ini, ngelakuin yang lain,” ucap Nia.

Dia bahkan sempat ingin menitipkan anaknya ke polsek saat anaknya menabrak mobil. Anaknya sempat dibawa ke polsek. Saat itu Ida sangat ingin menitipkan anaknya di polsek namun tidak diperbolehkan.

“Ada program ini saya mending saya titipin ketahuan jelas, biar anak bisa mandiri, lebih baik lagi dan tanggung jawab. Ya enggak mengulangi lagi perbuatan yang lalu-lalu, pokoknya lebih baik lagi deh,” kata Ida.

Anaknya sempat bertanya kenapa sampai didaftarkan program tersebut. Anaknya sempat menentang namun akhirnya bersedia ikut.

“Dia tanya sih sempet 'kenapa gitu, kok aku dibawa ke sana' ya Saya jawab 'Ya kamu pikir aja sendiri, kenapa kamu kayak gitu',” kata Ida dengan gemas.

Pemerintah Kota Depok saat memberangkatkan anak mengikuti pendidikan militer ke Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
<p>Pemerintah Kota Depok saat memberangkatkan anak mengikuti pendidikan militer ke Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)</p> @ 2025 merdeka.com

Dia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dibawa saat pendidikan di barak militer. Dia hanya meminta izin dari sekolah.

“Terus persiapannya dari sini aja perlengkapan untuk bawa ke sana, ada pakaian dia, pakaian dalam selama 10 hari, terus alat tulis, baju olahraga, baju seragam, tempat minum, sendal jepit, alat salat, udah itu aja,” pungkasnya.

Rekomendasi