Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno meninggal dunia Senin 2 Maret 2026 sekira pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.
Direktur Pengendalian BPIP, Fahrurozi membenarkan kabar telah berpulangnya mantang Panglima ABRI itu.
"Iya benar mas," jawabnya saat dikonfirmasi merdeka.com melalui pesan elektronik.
Terlepas dari itu, mantan Panglima ABRI (Kini TNI-red) itu, mengungkap kisah hidup sederhana yang jarang diketahui publik.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Irma Hutabarat–HORAS INANG, ia mengaku pernah mencicil rumah selama 15 tahun karena tidak memiliki uang tunai untuk membelinya.
Padahal, saat itu ia termasuk tokoh penting di militer Indonesia. Try menceritakan rumah yang kini ditempatinya awalnya merupakan rumah dinas saat ia menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.
Setelah tidak lagi menjabat, ia ditawari untuk membeli rumah tersebut agar bisa menjadi milik pribadi. Namun, ia mengaku tidak memiliki uang tunai yang cukup.
“Ini rumah saya bukan korupsi pak, ini rumah dari angkatan darat. Setiap Kasad boleh beli rumah dinas,” kata Try dikutip dari Liputan6.
Advertisement
Rumah Dinas Dibeli Rp85 Juta Dicicil 15 Tahun
Sekitar 1986, rumah dinas itu ditawarkan kepadanya seharga Rp85 juta. Bagi seorang jenderal, angka itu mungkin tidak terlalu besar, tetapi Try mengaku tidak punya uang tunai. Akhirnya ia diizinkan mencicil selama 15 tahun.
“Saya bilang saya enggak punya duit. Tapi boleh dicicil 15 tahun,” kenangnya.
Dalam wawancara yang sama, Try juga mengenang proses pencalonannya menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto pada 1993. Ia mengaku dipilih tanpa kampanye atau biaya politik.
Menurutnya, jika mengikuti sistem politik modern yang membutuhkan biaya besar, ia tidak yakin mampu mencalonkan diri.
“Kalau ikut zaman sekarang mau Wapres enggak bisa pak, enggak punya duit,” ujar Try.