Cerita Jokowi ingin jadikan penyandang disabilitas stafsus Presiden

Minggu, 4 November 2018 21:33 Reporter : Wisnoe Moerti
Cerita Jokowi ingin jadikan penyandang disabilitas stafsus Presiden Jokowi dengarkan paparan evakuasi Lion Air. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengaku sempat ingin mengangkat seorang penyandang disabilitas menjadi staf khususnya. Namun keinginan itu tidak terwujud lantaran orang pilihannya itu harus belajar ke Amerika Serikat.

"Saya sebenarnya mau minta satu staf khusus disabilitas, sudah kita seleksi, sudah dapat namanya Surya, tapi baru akan kita suruh masuk, anaknya sudah diterima sekolah di Amerika (Serikat)," kata Jokowi, dalam Deklarasi Calon Legislatif Perempuan untuk Pemenangan Jokowi-Amin, di Hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang, Minggu.

Jokowi mendukung pendidikan Surya Sahetapy yang tak lain putra dari pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Ia pun pernah mengajari Jokowi ketika berbicara dalam bahasa isyarat pada pembukaan Asian Para Games 2018.

"Ya sudah 'Sur kamu sekolah dulu sajalah di Amerika, nanti setelah pulang langsung masuk ke staf khusus presiden. Saya sampaikan begitu, butuh waktu katanya sekolah mungkin 4 tahun untuk S2 dan S3, ini anaknya mbak Dewi Yull," ujar Jokowi pula.

Saat ini Surya tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas di New York, Amerika Serikat. Surya pernah mengutarakan keinginannya sebagai staf khusus presiden dalam acara 'Ngopi Bersama Presiden Republik Indonesia' di Istana Bogor pada 10 Oktober 2018.

Dalam acara itu, Jokowi juga mendapat pertanyaan dari Nanda Aprieza, salah satu penyandang disabilitas soal program disabilitas dalam Pemerintahan Jokowi.

"Hitungan terakhir angka disabilitas di negara kita 23 juta orang, itu angka yang juga sangat besar butuh fasilitas-fasilitas baik transportasi, trotoar, toilet maupun gedung ramah disabilitas, faktanya baru 1-3 kota yang ramah disabilitas," kata Presiden.

Menurut Presiden, hal ini adalah pekerjaan besar bagi pemerintah untuk memberikan ruang agar mendapat akses ekonomi, pelatihan maupun industri untuk menerima disabilitas sebagai bagian dari perusahaan.

Reporter: Hanz Salim
Sumber: Liputan6.com [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini