Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Tasikmalaya viral di media sosial. Hal tersebut terjadi setelah konsumen ojol mengunggah foto uang yang telah diterima dikembalikan sang pengemudi disertai surat permintaan maaf.
Pengemudi ojol tersebut adalah Adfian Ahmad (47). Ia mengaku bahwa kejadian tersebut terjadi sepekan yang lalu. Saat itu ia menerima pesanan untuk mengantarkan konsumen dari rumahnya yang berada di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Tujuannya adalah salah satu kantor di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Adfian menyebut bahwa hal tersebut terjadi pagi hari, setelah melaksanakan sholat subuh. “Saat keliling-keling ada masuk orderan yang tujuannya ke Singaparna. Saya terima,” sebutnya, Rabu (8/7).
Dalam aplikasi sendiri, yang mengorder jasanya adalah seorang laki-laki. Namun ketika sampai di rumah konsumen yang naik adalah perempuan.
"Sejak awal naik, penumpang sudah langsung memberi ongkos. Besarnya 35 ribu rupiah. Jumlah tersebut sebetulnya melebihi tarif, karena tarif sebenarnya adalah 34 ribu rupiah," ungkapnya.
Ia mengaku senang karena mendapatkan orderan tersebut. Saking senangnya, ia pun langsung menyimpan uang tersebut di dompetnya lalu mengantarkan konsumen ke alamat yang dituju dengan selamat.
Selesai mengantarkan penumpang, Adfian pun kembali ke pusat Kota Tasikmalaya. Setibanya disana ia mematikan aplikasi ojolnya karena ingin beristirahat sejenak sambil ngopi sebelum melanjutkan mencari konsumen.
"Saat saya menyalakan kembali aplikasi untuk mencari penumpang lagi, saya kaget melihat ternyata penumpang yang tadi saya antar sudah dibayar dengan non tunai. Saya kurang teliti," akunya.
Sadar atas keteledorannya, Adfian pun langsung meminjam alat tulis dari pemilik warung tempat ia menikmati kopi. Ia langsung membuat surat permintaan maaf dan langsung berangkat ke rumah konsumen yang memesan jasa angkutan onlinenya.
Saat sampai di rumah pemilik akun pemesan, Adifian menyebut bahwa kondisinya sudah sepi sehingga ia tidak berjumpa dengan seorang pun disana. Akhirnya ia pun menyimpan uang dan surat permintaan maafnya di sela-sela pintu.
Aksinya meminta maaf dan mengembalikan uang, disebutnya harus dilakukan karena bukan haknya. "Saya sudah dibayar secara non tunai, jadi malah saya mendapat bayaran dobel kan. Saya bukan takut sama kantor takut dipecat, tapi sama Allah. Karena itu bukan hak saya," sebut Adfian.
Atas kejadian tersebut, Adfian mengaku kedepannya akan lebih teliti lagi saat menerima orderan dari konsumen agar kejadian serupa tidak kembali terulang.