Cerita dan filosofi kopiah karanji bagi Sandiaga

Selasa, 6 Desember 2016 09:19 Reporter : Anisyah Al Faqir
Cerita dan filosofi kopiah karanji bagi Sandiaga Kopiah karanji Sandiaga Uno. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kopiah karanji asal Gorontalo menjadi salah satu ciri khas yang melekat dalam diri calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno. Dia selalu memakai kopiah karanji di setiap menghadiri acara pengajian, salat di masjid bahkan saat sesi foto untuk keperluan Pilgub DKI Jakarta.

Pria yang akrab disapa Bang Sandi itu menuturkan, kopiah karanji merupakan penutup kepala laki-laki yang pertama kali diperkenalkan oleh Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Kala itu, Gus Dur memperkenalkan kopiah kranji sebagai peci nusantara.

"Ini dipopulerkan oleh Gus Dur dan diperkenalkan sebagai peci nusantara," kata Sandi kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (6/12).

Politisi Partai Gerindra itu bercerita pernah diberikan kopiah karanji oleh ayahnya yang berasal dari Gorontalo. Peci dari rajutan batang mintu (sejenis rotan) itu diberikan sekembalinya Sandiaga ke tanah air. Sejak saat itu, suami Nur Asia ini selalu memakai peci nusantara.

"Sudah lama banget pakai peci kayak begini sudah dari awal tahun 2000 lah. Tahun 1999 begitu ya, pas pulang dari luar negeri," tutur Sandi.

Pria 47 tahun ini mengaku memiliki 3 kopiah karanji dengan warna yang sama, cokelat muda. Peci karanji ini memiliki filosofi sendiri bagi Sandiaga.

"Semua berdiri di atas semua golongan. Ayah saya dari Sulawesi, ibu saya dari Jawa-Sunda, saya lahir di Sumatera, besar di Jakarta. Saya bersekolah di sekolah Kristen Protestan pas SD, SMP Negeri, SMA di Katolik," cerita Sandi.

Tak hanya itu, ayah 3 orang anak ini ingin mengedepankan keberagaman sebagaimana yang disimbolkan peci nusantara. Dia bersama pasangannya Anies Baswedan ingin menjadi pemimpin yang hadir disemua lapisan masyarakat.

"Seperti peci nusantara ini Anies-Sandi akan menjadi pemimpin di atas semua lapisan masyarakat, tidak hanya mewakili segenap golongan, tetapi seluruh masyarakat Jakarta," tutur Sandi.

[noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini