Celingak-Celinguk, Bocah 7 Tahun Tersesat 22 Km dari Rumahnya dari Demak ke Grobogan

Bocah berusia 7 tahun tersesat sejauh 22 km dari rumahnya. Ia berhenti di perempatan Daplang, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dalam keadaan bingung.

Felek Wahyu
Oleh Felek Wahyu - Reporter
Celingak-Celinguk, Bocah 7 Tahun Tersesat 22 Km dari Rumahnya dari Demak ke Grobogan
Bocah 7 tahun asal Demak tersesat sejauh 22 kilometer dari rumahnya dan berhenti di perempatan Daplang, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dalam keadaan linglung. (Liputan6.com/ Felek Wahyu (© 2026 Liputan6.com)

Seorang bocah perempuan bernama Sila, yang berasal dari Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mengalami perjalanan yang tidak biasa. Bocah berusia 7 tahun ini ditemukan tersesat sekitar 22 kilometer dari rumahnya, tepatnya di perempatan Daplang, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Keberadaan Sila pertama kali diketahui oleh sejumlah warga yang melihatnya mondar-mandir sambil mengendarai sepeda di tepi Jalan Raya Semarang-Purwodadi. Tingkah laku Sila yang tampak kebingungan dan tanpa pendamping orang tua menarik perhatian warga setempat.

Warga pun berinisiatif untuk mendekati Sila dan menanyakan identitas serta tujuannya. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang mengenali Sila atau keluarganya, sehingga kekhawatiran akan keselamatannya pun muncul.

Dalam situasi yang tidak menemukan titik terang, warga segera menghubungi petugas Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026 Polres Grobogan yang berada di wilayah Gubug. Petugas yang dipimpin oleh Kapospam Ipda Moh. Sodiq pun segera datang untuk memberikan perlindungan kepada bocah tersebut.

Setelah berada di pos pengamanan, petugas berusaha berkomunikasi dengan Sila secara perlahan. Dari hasil wawancara, terungkap bahwa Sila berangkat dari rumahnya sejak pagi hari dengan sepeda. Dia mengaku ingin menyusul orang tuanya yang bekerja di salah satu bengkel sepeda motor di Gubug.

Tanpa adanya pendampingan orang dewasa, Sila nekat melakukan perjalanan jauh seorang diri, melewati jalur yang padat kendaraan, termasuk truk besar.

"Adik ini bilang berangkat pagi dari rumah, mau nyusul orang tuanya yang kerja di bengkel di Gubug," ungkap Ipda Moh. Sodiq pada Rabu (18/3).

Perjalanan sejauh puluhan kilometer tersebut diduga dilalui Sila dengan mengikuti jalur utama tanpa memahami arah dengan jelas, yang menyebabkan dia tersasar hingga ditemukan dalam keadaan bingung.

"Kemudian kami mengambil langkah cepat dengan menyebarkan informasi penemuan anak tersebut melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup WhatsApp," tambah Kapospam OKC 2026 Polres Grobogan tersebut.

Usaha yang dilakukan membuahkan hasil yang positif. Setelah beberapa waktu, informasi mengenai keberadaan Sila berhasil sampai kepada keluarganya. Orang tua Sila segera mengetahui bahwa anak mereka berada di Pos Pengamanan OKC Gubug dan langsung bergegas untuk menjemputnya.

Pertemuan antara Sila dan orang tuanya berlangsung dengan penuh haru dan rasa syukur. "Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih di bawah umur. Anak-anak sangat rentan terhadap risiko apabila berada di luar rumah tanpa pendampingan orang dewasa. Peran orang tua sangat penting dalam memastikan keselamatan anak. Jangan sampai anak bepergian jauh tanpa pengawasan," tegas Ipda Sodiq yang sebelumnya sempat membawa Sila berbelanja makanan ringan di salah satu minimarket.

Di sisi lain, ayah Sila, Budi, mengaku merasakan kepanikan yang luar biasa ketika menyadari anaknya tidak ada di rumah. Ia bahkan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mranggen Polres Demak pada sore hari.

"Saya sudah sempat melapor ke Polsek Mranggen karena anak saya tidak pulang sejak pagi. Alhamdulillah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Budi dengan rasa lega.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu menemukan dan menjaga keselamatan anaknya, terutama kepada personel pos pengamanan lebaran di Gubug.

"Saya sangat berterima kasih kepada petugas Pospam Polres Grobogan dan warga yang sudah peduli dan membantu menjaga anak saya," tambahnya.

Rekomendasi