Pemerintah Kota Banda Aceh memasang CCTV atau kamera pengawas di lokasi wisata Ulee Lheue. Sebanyak 30 CCTV dipasang untuk memantau warga agar tidak melakukan pelanggaran syariat Islam.
"Ini janji kami ketika kampanye di mana kita akan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pantauan CCTV, juga pelanggaran-pelanggaran hukum," kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, Sabtu (12/7).
Illiza mengklaim dengan adanya CCTV ini, termasuk CCTV yang canggih menggunakan PTZ dengan kamera 360 yang bisa mendeteksi pergerakan, akan meminimalisir pelanggaran syariat.
"Karena ini adalah kawasan wisata, kawasan yang padat baik masyarakat lokal maupun pendatang mudah-mudahan ke depan bisa ada penambahan CCTV," ujarnya.
Advertisement
Illiza turut mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi wisata. "Tidak hanya mengandalkan CCTV, tapi kita semua harus bisa menjaga ketertiban, keamanan untuk wilayah kita," imbuhnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh Alizar menyebut bahwa pemasangan CCTV ini untuk memudahkan pantauan yang dilakukan melalui Command Center dan juga pelanggaran-pelanggaran yang bisa dipantau oleh Satpol PP-WH.
"Kita pantau melalui CCTV di Command Center. Jika terdapat pelanggaran akan kita berikan teguran melalui pengeras suara yang ada di CCTV, jika masih tidak ada kesadaran maka akan ditangani oleh Satpol PP," katanya.
Dia menambahkan tahun ini pemasangan CCTV difokuskan di Ulee Lheue yang merupakan lokasi wisata utama di Banda Aceh.
"Ke depan, semua kawasan yang ada di Banda Aceh akan dipasang CCTV berikut dengan horn speakernya (pengeras suara), terutama di kawasan perkotaan," janji Alizar.