Cegah Radikalisme, Menristekdikti akan Gabungkan Organisasi Mahasiswa
Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menepis anggapan maraknya perkembangan paham radikalisme di kampus. Menurut dia, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
"Yang namanya radikalisme itu bukan hanya ada di kampus. Di semua tempat bisa saja terjadi, kalau kampus 1 atau 2 pasti ada. Yang penting sekarang ini adalah bagaimana mengurangi radikalisme itu," ujar Nasir di sela mengunjungi unit produksi battery lithium di gedung pusat pengembangan bisnis Universitas Negeri Solo (UNS), Jumat (31/5).
Nasir berjanji akan meminimalisasi kemungkinan tersebut dengan kegiatan yang bersifat positif melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM). Pihaknya menargetkan rencana tersebut terealisasi tahun ini.
"Nanti akan ada UKM Pengawal Ideologi Bangsa. Apakah itu HMI, IMM, maupun UKM lain, semua harus bisa bergabung. Tujuannya untuk membangun pendidikan kebangsaan," jelasnya.
Di sisi lain Menristekdikti menyatakan pemerintah terus memperkuat wawasan kebangsaan dan bela negara untuk mewaspadai perkembangan paham radikalisme di dalam negeri. Menurutnya, masyarakat harus meyakini pendiri bangsa yang meletakkan empat pilar kebangsaan, yaitu NKRI, Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Ini yang menjadi penting. Jangan terkoyak-koyak, kembali kepada pendiri negara," ucapnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya