Cara BGN dan Sekolah Hilangkan Trauma Siswa SDN 01 Kalibaru, Ubah Warna Cat Lapangan jadi Biru
Pihak BGN dan Sekolah 01 Kalibaru Cilincing terus mengupayakan pemulihan psikologis para siswa dan guru usai insiden yang terjadi.
Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan proses pemulihan korban insiden di SDN Kalibaru 01 terus dipantau secara intensif. Selain pemulihan fisik, pendampingan psikologis bagi siswa yang mengalami trauma juga menjadi perhatian utama pemerintah.
Dadan mengatakan kehadirannya ke sekolah tersebut untuk melihat kondisi langsung kepada para siswa dan guru yang terdampak peristiwa tersebut, pada Kamis, (8/1).
Mayoritas Korban Sudah Kembali Bersekolah, Trauma Masih Dipantau
Dadan mengungkapkan dari total 22 korban, sebagian besar sudah kembali beraktivitas normal dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Meski demikian, trauma akibat kejadian tersebut dipastikan masih ada dan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
"Dari 22 korban, 20 anak sudah kembali normal dan bersekolah. Masih ada dua orang yang harus menjalani rawat jalan dan hari ini belum masuk sekolah. Trauma itu sudah pasti ada, tapi kita dampingi terus agar mereka bisa kembali normal," ujar Dadan.
Ia menjelaskan berbagai langkah dilakukan untuk mengurangi trauma siswa, termasuk perubahan suasana lingkungan sekolah. Salah satunya dengan mengecat lapangan sekolah menggunakan warna biru yang dinilai lebih menenangkan.
"Kalau dilihat lapangan ini tadinya tidak berwarna biru, tapi setelah kejadian langsung dicat untuk membantu menghilangkan trauma. Tim kami, termasuk dari kepolisian, juga terus mendampingi anak-anak," katanya.
Menurut Dadan, para guru juga menunjukkan semangat luar biasa dalam mendampingi siswa. Bahkan ada guru yang seharusnya masih beristirahat, namun memilih kembali ke sekolah karena merasa lebih nyaman berada di tengah-tengah muridnya.
BGN Berencana Kunjungi Rumah Korban Luka Serius
BGN juga menaruh perhatian khusus pada dua korban yang masih menjalani perawatan, terutama satu siswa yang harus menjalani operasi cukup intensif dan hingga kini masih dalam pengawasan medis.
"Kami pantau perkembangan mereka setiap hari. Termasuk kemungkinan kami akan datang langsung ke rumah siswa yang belum masuk hari ini, karena masih menjalani perawatan," kata Dadan.
Sampaikan Pesan Presiden
Ia menambahkan, Presiden turut menitipkan pesan agar kondisi kesehatan para korban benar-benar dipantau secara berkelanjutan hingga pulih sepenuhnya.
BGN memastikan pendampingan akan terus dilakukan, baik secara medis maupun psikologis, hingga seluruh siswa benar-benar pulih dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.
Reporter Magang : Mochamad Aidil Akbar