Calon Praja IPDN Asal Ternate Meninggal saat Diksar, Pihak Kampus Ungkap Kronologi & Respons Keluarga

Maulana Izzat Nurhadi (20), meninggal dunia pada Rabu malam, 8 Oktober 2025.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Calon Praja IPDN Asal Ternate Meninggal saat Diksar, Pihak Kampus Ungkap Kronologi & Respons Keluarga
Suasana IPDN Jatinangor di Jalan Raya Bandung-Sumedang, pada Jumat 10 Oktober 2025 (merdeka.com)

Seorang Calon Praja (Capra) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXXVI asal Kota Ternate, Maluku Utara, bernama Maulana Izzat Nurhadi (20), meninggal dunia pada Rabu malam, 8 Oktober 2025. Izzat berpulang ketika tengah menjalani rangkaian Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra).

Wakil Rektor II Bidang Administrasi IPDN, Arief M. Edie, menyampaikan bahwa pihak kampus telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum sejak Izzat mengalami keluhan lemas usai apel malam.

Menurutnya, keluarga sudah berlapang dada menerima kepergian putra mereka.

“Tidak ada (permintaan visum dan otopsi). Kita tawarkan. Apakah mau visum atau otopsi, mereka menolak,” ujar Arief saat konferensi pers di Kampus IPDN, Jalan Raya Bandung–Sumedang, Jumat 10 Oktober 2025.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi IPDN Arief M Edie saat jumpa pers terkait meninggalnya calon praja asal Maluku Utara Maulana Izzat (20) di IPDN, Jalan Raya Bandung-Sumedang, pada Jumat 10 Oktober 2025
Wakil Rektor II Bidang Administrasi IPDN Arief M Edie saat jumpa pers terkait meninggalnya calon praja asal Maluku Utara Maulana Izzat (20) di IPDN, Jalan Raya Bandung-Sumedang, pada Jumat 10 Oktober 2025 merdeka.com

Arief menuturkan, komunikasi antara pihak IPDN dan keluarga telah terjalin sejak Izzat menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Orang tua Izzat disebut telah mengikhlaskan kepergian putranya.

“Dan ketika almarhum sakit kita sudah menghubungi orang tuanya. Orang tuanya juga sudah ikhlas. Tidak masalah,” kata Arief.

Pihak IPDN turut menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Izzat.

“Untuk para keluarga yang ditinggalkan, tentunya kami turut berduka cita. Semoga almarhum husnul khotimah karena almarhum beragama Muslim. Semangatnya juga tinggi, terbukti melalui berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya lolos,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, IPDN memberikan santunan dan membantu proses pemulangan jenazah ke kampung halaman di Ternate, Maluku Utara.

“Oh itu pasti. Itu kan sisi sosialnya. Karena permintaan orang tua tolong minta tolong diantar kembali. Kami antarkan sudah. Dan pagi ini saat ini nih proses pemahaman,” tutur Arief.

Sebelumnya, IPDN menjelaskan bahwa penyebab kematian Maulana Izzat Nurhadi diduga akibat henti detak jantung.

“Dari dokter mengatakan, henti detak jantung,” ungkap Arief.

Ia juga menegaskan bahwa almarhum tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan kesehatan lainnya sebelum kejadian tersebut.

Rekomendasi