Kabar duka menyelimuti persiapan keberangkatan ibadah haji dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini. Satu orang calon haji Embarkasi Lombok dilaporkan meninggal dunia sebelum sempat diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara haji di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, Lalu Muhammad Amin, telah membenarkan laporan meninggalnya calon haji tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa informasi ini telah diterima dan sedang dalam penanganan sesuai prosedur yang berlaku. Kejadian ini tidak akan mengurangi jumlah kuota haji NTB secara keseluruhan.
Meskipun ada insiden duka ini, Kanwil Kemenag NTB memastikan bahwa proses pemberangkatan calon haji lainnya akan tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah berupaya keras untuk menghindari kekosongan kuota haji dengan tetap mengacu pada aturan yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk memastikan hak setiap calon haji terpenuhi.
Advertisement
Advertisement
Kanwil Kemenag NTB Konfirmasi dan Mekanisme Penggantian Kuota
Lalu Muhammad Amin, Kepala Kanwil Kemenag NTB, secara resmi mengonfirmasi berita duka tersebut dalam jumpa pers di Asrama Haji Kota Mataram pada Senin (20/4). Ia menyatakan bahwa laporan mengenai calon haji yang meninggal dunia telah diterima oleh pihaknya. Konfirmasi ini memberikan kejelasan mengenai status keberangkatan haji tahun ini.
Amin menjelaskan bahwa jika ada jamaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan, prosesnya akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pemerintah memiliki mekanisme khusus untuk menangani situasi seperti ini guna memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Tujuannya adalah agar kuota haji NTB tetap terpenuhi.
Kuota haji NTB untuk tahun ini sebanyak 5.798 orang, dan Amin menegaskan bahwa jumlah ini insyaallah akan tetap terpenuhi. Meskipun ada satu calon haji yang meninggal, kuota tidak akan berkurang. Ini menunjukkan komitmen Kanwil Kemenag NTB dalam memastikan seluruh kuota dapat dimanfaatkan secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Profil Calon Haji dan Jadwal Keberangkatan
Calon haji yang meninggal dunia tersebut diidentifikasi bernama Muhamad Yasin, berasal dari Batujai, Kabupaten Lombok Tengah. Almarhum rencananya akan tergabung dalam kloter 7 Embarkasi Lombok. Informasi ini memberikan detail identitas jamaah yang berpulang.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Muhamad Yasin seharusnya masuk Asrama Haji pada tanggal 29 April dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada tanggal 30 April 2026. Kepergiannya sebelum waktu keberangkatan menjadi duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Total jamaah calon haji (JCH) NTB yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan haji tahun ini adalah 5.798 orang, terbagi dalam 15 kloter. Ditambah dengan 80 petugas yang menyertai, total keseluruhan yang akan diberangkatkan mencapai 5.846 orang. Dari jumlah tersebut, 190 orang masuk kategori lanjut usia (lansia) dengan usia di atas 65 tahun.
Advertisement
Kloter 1 Embarkasi Lombok, yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 387 orang, dijadwalkan masuk Asrama Haji pada Selasa (21/4) pukul 06.00 Wita. Mereka kemudian akan diterbangkan ke Tanah Suci, Arab Saudi, pada Rabu (22/4) pukul 14.30 Wita.
Advertisement
Imbauan Kesehatan dan Kondisi Cuaca di Tanah Suci
Mengingat adanya calon haji lansia dan kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, Kanwil Kemenag NTB mengimbau seluruh calon haji untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan. Informasi cuaca dari petugas haji di Tanah Suci menunjukkan suhu di Madinah mencapai 43 derajat Celsius dan Makkah 36 derajat Celsius. Perbedaan suhu yang signifikan ini memerlukan adaptasi khusus.
Bagi calon haji yang memiliki risiko kesehatan tinggi, pihak penyelenggara haji akan memberikan perhatian khusus. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh jamaah selama menjalankan ibadah. Kesiapan fisik menjadi kunci utama dalam menghadapi ibadah haji.
Imbauan untuk menjaga kesehatan fisik ini disampaikan secara berulang, terutama karena banyak di antara jamaah haji NTB merupakan lansia. Rata-rata usia calon haji NTB tahun ini berkisar 65 tahun ke atas. Dengan kondisi ini, persiapan fisik dan mental yang matang sangat diperlukan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews