Cak Imin Puji Prabowo di Peringatan Hari Santri: Punya Hubungan Sangat Historis dengan Pesantren dan Kiai

Meski terdidik dari latar belakang militer, menurut Cak Imin, Prabowo sering bersinggungan dengan kiai dan santri untuk menimba ilmu.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Cak Imin Puji Prabowo di Peringatan Hari Santri: Punya Hubungan Sangat Historis dengan Pesantren dan Kiai
Cak Imin Puji Prabowo di Peringatan Hari Santri: Punya Hubungan Sangat Historis dengan Pesantren dan Kiai (Merdeka.com)

Menteri Koordinatoor Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menceritakan kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan dunia pesantren. Meski terdidik dari latar belakang militer, menurut Cak Imin, Prabowo sering bersinggungan dengan kiai dan santri untuk menimba ilmu.

“Pak Presiden punya hubungan yang sangat historis dengan pesantren dan para kiai. Sejak menjadi tentara, beliau selalu datang ke pesantren untuk menempa diri, menggembleng semangat, dan belajar nilai perjuangan," kata Cak Imin kepada awak media di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (22/10).

Cak Imin menambahkan, bukti kedekatan Presiden Prabowo dengan dunia pesantren juga ditunjukkan dengan hubungan harmonisnya bersama para kiai besar, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Aceh. Karenanya, kedekatan tersebut disambut para menterinya dengan memastikan negara hadir saat peringatan Hari Santri.

"Ada dua hal penting yang ingin disampaikan pemerintah, pertama, pelaksanaan Undang-Undang Pesantren harus diikuti dengan langkah konkret. Kedua, pesantren perlu didorong dari sisi pendidikan dan pemberdayaan, karena selama ini banyak tertinggal di berbagai aspek," jelas Cak Imin yang juga menjabat sebagai ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Cak Imin meyakini Presiden Prabowo bakal memberi perhatian penuhnya kepada para santri. Contoh nyata sudah dibuktikan dengan respon cepat pemerintah terhadap revitalisasi robohnya bangunan di Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur dengan menggelontorkan dana APBN dan merekonstruksinya dengan para ahli di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Kita harus pastikan semuanya menggunakan kaidah konstruksi yang ilmiah dan teknis. Pemerintah daerah harus proaktif dan Menteri PU juga sudah menyiapkan langkah cepat agar tidak ada lagi korban, terutama di lingkungan santri dan siswa," dia menandasi.

Sebagai informasi, peringatan Hari Santri Nasional 2025 diselenggarakan di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Lokasi ini dipilih karena menjadi titik nol peradaban Islam Nusantara.

Diketahui, tema diangkat adalah 'Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia'. Tema tersebut menjadi bukti peran santri dan pesantren sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Rekomendasi