Cacing dalam ikan makarel tak berbahaya buat kesehatan tapi ganggu estetika

Sabtu, 31 Maret 2018 19:20 Reporter : Liputan6.com
Cacing dalam ikan makarel tak berbahaya buat kesehatan tapi ganggu estetika Sarden mengandung parasit cacing. ©2018 Merdeka.com/Yanti

Merdeka.com - Pakar Standarisasi Mutu Produk Perikanan, Sunarya mengatakan cacing yang ditemukan di dalam ikan makarel sudah mati. Pun demikian spora yang terdapat di dalamnya.

Ia juga berani memastikan keberadaan cacing di dalam produk sarden tersebut tidak berbahaya jika dikonsumsi.

"Kalau belum mati bisa menginfeksi berbahaya. Tapi saya jamin (cacing di ikan makarel kaleng) pasti mati. Semua bakteri, sporanya pun akan mati," kata Sunarya saat jumpa pers di Pluit, Jakara Utara, Sabtu (31/3).

Lebih jauh, Sunarya menjelaskan cacing dalam ikan makarel dipastikan sudah mati karena melalui dua proses. Pertama saat dibekukan minus 20 derajat celcius, dan kedua saat proses pemanasan lebih daru suhu 65 derajat celcius.

"Jadi menurut saya memang tidak berbahaya (cacing di makarel kaleng). Tidak ada hubungannya dengan (menimbulkan) penyakit," lanjut dia.

Namun diakui, hal seperti ini berdampak pada faktor estetika. Bagi masyarakat, kehadiran cacing yang terlihat dengan mata telanjang dan dalam jumlah lebih dari satu, membuat jijik. Dan membuat enggan untuk dikonsumsi.

"Jadi dampaknya di masyarakat kan agak geli, makan kok ada cacingnya gitu. Seperti makan sayuran ada ulatnya. Cuma tadi orang ada yang tidak suka melihat itu, apabila kalau jumlahnya banyak," dia menutup.

Sebelumnya, senada dengan pakar, Menteri Kesehatan Nila Moeloek pun berujar demikian. Dia juga memastikan cacing di ikan makarel sudah mati, dan tidak menimbulkan efek gangguan kesehatan bagi konsumen.

"Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau dimasak lagi. Cacingnya mati lah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh saja tapi saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril. Insya Allah enggak kenapa kenapa," kata Menkes saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jumat 30 Maret 2018.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmoro
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini