Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Butuh dana Rp 3,9 triliun, UIII bakal dibangun pertengahan 2018

Butuh dana Rp 3,9 triliun, UIII bakal dibangun pertengahan 2018 Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat rakor. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuldjono mengatakan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dimulai pada pertengahan 2018. Universitas ini bakal didirikan di atas lahan milik RRI seluas sekitar 1.423 hektar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Ini akan mulai (dibangun) pada 2018," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/1).

Menurut Basuki, pembangunan UIII membutuhkan anggaran sebesar Rp 3,9 triliun. Pendanaan pembangunan ini bisa dari berbagai sumber seperti dana APBN 2018, dana hibah negara sahabat, dan dana lain. APBN sendiri hanya menyiapkan sekitar Rp 600 miliar.

"Sisa dana hibahnya Itu urusan Pak wapres," kata dia.

Basuki menjelaskan, sebetulnya pembangunan UIII sudah bisa dimulai namun masih terkendala DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Berdasarkan laporan Kementerian Agama dalam rapat terbatas sore hari ini, DIPA pembangunan UIII belum ada.

"Tapi sudah diusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk bisa alokasikan anggarannya mulai 2018 ini," sambungnya.

UIII, kata Basuki, ditargetkan rampung pada tahun 2022. Ini berarti pembangunan UIII menghabiskan waktu kurang lebih lima tahun. Universitas ini bakal didesain futuristik sesuai dengan arahan Wakil Presiden.

"Arahannya Pak Wapres kita harus mendesain yang futuristik bukan yang mendesain museum ini. Universitas kaum museum kan pasti yang heritage seperti itu tapi ini untuk Universitas Islam ke depan jadi gambarnya memang harus futuristik," jelas Basuki.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP