Bupati Ajak Masyarakat Pahami Sejarah Garut sebagai Kunci Kemajuan Daerah

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya memahami Sejarah Garut sebagai fondasi kemajuan daerah. Ajakan ini memicu rasa penasaran akan warisan leluhur dan masa depan Garut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Ajak Masyarakat Pahami Sejarah Garut sebagai Kunci Kemajuan Daerah
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya memahami Sejarah Garut sebagai fondasi kemajuan daerah. Ajakan ini memicu rasa penasaran akan warisan leluhur dan masa depan Garut. (AntaraNews)

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendalami dan memahami Sejarah Garut. Ajakan ini disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-213 Garut yang puncaknya akan digelar pada 16 Februari 2026. Pemahaman sejarah dianggap sebagai kunci utama dalam upaya memajukan serta menyejahterakan daerah di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Syakur saat memimpin Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut pada Kamis (12/2). Acara adat ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi, mengingatkan kembali akan perjalanan awal dan perjuangan para leluhur Kabupaten Garut. Lokasi upacara adat ini bertempat di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Garut.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Garut berupaya membangkitkan kesadaran kolektif tentang akar budaya dan identitas daerah. Bupati menegaskan bahwa pembangunan Garut memerlukan keseriusan agar terus terjadi perubahan dan kemajuan signifikan. Pemahaman sejarah diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi setiap langkah pembangunan.

Bupati Abdusy Syakur Amin secara tegas menyatakan bahwa pemahaman mendalam terhadap Sejarah Garut adalah fondasi esensial untuk pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan jejak langkah para pendiri Kabupaten Garut. Hal ini penting agar semangat perjuangan dan nilai-nilai luhur dapat terus diwarisi oleh generasi penerus.

"Semua elemen masyarakat Garut harus memahami sejarah sebagai kunci untuk melangkah ke depan membangun Garut yang lebih maju dan sejahtera," kata Bupati Syakur. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kemajuan tidak bisa dilepaskan dari akar sejarah. Dengan memahami masa lalu, masyarakat dapat merancang masa depan yang lebih baik dan terarah.

Pemerintah Kabupaten Garut meyakini bahwa dengan mengingat kembali awal mula keberadaan kabupaten ini, masyarakat akan lebih termotivasi. Perjuangan para leluhur dalam membangun Garut menjadi inspirasi. Ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah ada.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-213 Garut diawali dengan berbagai kegiatan adat yang sarat makna sejarah. Salah satunya adalah prosesi Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut yang digelar di SMPN 1 Garut. Lokasi ini dipilih karena keberadaan Sumur Ci Garut, yang diidentifikasi sebagai salah satu peninggalan awal sejarah Garut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menjelaskan bahwa Sumur Ci Garut bukan sekadar mata air biasa. Sumur ini merupakan sumber cerita, kehidupan, dan simbol dimulainya peradaban di Kabupaten Garut. Proses 'ngarawat' sumur ini menjadi wujud penghormatan kepada leluhur yang telah menancapkan jejak sejarah di Kabupaten Garut.

Selanjutnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan Upacara Adat Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota. Titik Nol ini melambangkan kemajuan Garut dan komitmen untuk membangun daerah yang adil, makmur, dan sejahtera. Setelah itu, akan dilakukan ziarah ke makam Bupati Garut sebelumnya sebagai bentuk penghormatan.

Bupati Syakur menambahkan bahwa Garut tidak berdiri begitu saja, melainkan melalui proses panjang. Air sebagai simbol kehidupan dan nol sebagai simbol kemajuan, menunjukkan bahwa setiap elemen memiliki makna mendalam. Upacara ini menjadi peristiwa penting untuk merenungkan kembali awal mula berdirinya Kabupaten Garut serta jasa para leluhur.

Beni Yoga Gunasantika berharap agar seluruh elemen masyarakat Garut, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal dan bangga terhadap sejarah tanah kelahirannya. Pengetahuan tentang Sejarah Garut diharapkan dapat membentuk jati diri yang kuat. Hal ini juga akan memicu semangat untuk menjaga kelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan zaman.

"Ini menjadi langkah awal yang mulia untuk menjaga dan menguatkan jati diri Garut agar tetap lestari, dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua," ujarnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai aset berharga. Budaya yang lestari akan membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat Garut.

Melalui berbagai kegiatan peringatan Hari Jadi, Pemerintah Kabupaten Garut berupaya menanamkan nilai-nilai luhur kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat akan memiliki kebanggaan yang tinggi terhadap identitas lokal. Dengan demikian, Garut dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya yang kaya akan sejarah dan budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi