Bukan Menangkap, Polisi di Bali Malah Ditangkap Warga Usai Jambret Kalung Emas Pedagang

Pelaku IWS adalah anggota Polsek Baturiti, Tabanan.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Bukan Menangkap, Polisi di Bali Malah Ditangkap Warga Usai Jambret Kalung Emas Pedagang
Bukan Menangkap, Polisi di Bali Malah Ditangkap Warga Usai Jambret Kalung Emas Pedagang (Merdeka.com)

Seorang polisi berinisial IWS (51) asal Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, ditangkap warga karena diduga menjadi pelaku jambret. Video penangkapan polisi bertugas di Polsek Baturiti itu menjadi viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian itu terjadi di Jalan Banjar Giri Loka, Dinas Lalang Linggah, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (30/9) kemarin siang.

"Kerugian materiil (korban) senilai Rp15.000.000 dan menyebabkan korban luka-luka," kata Iptu Yohana, Rabu (1/9).

Yohana mengatakan, korban seorang perempuan berinisial KS (50), merupakan seorang pedagang asal Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng. Pelaku IWS adalah anggota Polsek Baturiti, Tabanan.

Kronologi penjambretan itu berawal pada Selasa (30/9) sekitar pukul 13.00 WITA, pelaku tertangkap tangan melakukan pencurian dengan kekerasan di Banjar Giri Loka, Dinas Lalang Linggah, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Pada saat itu, pelaku melihat korban sedang menggunakan kalung emas di lehernya, terduga pelaku langsung melakukan aksinya dengan cara memaksa mengambil kalung emas tersebut dengan memukul korban menggunakan tongkat berwarna hitam.

Selanjutnya, karena korban berteriak meminta tolong, pelaku IWS panik dan kabur membawa kalung emas tersebut dengan mengendarai sepeda motor miliknya mengarah selatan.

Kemudian terduga pelaku tersebut menabrak mobil putih yang melintas di jalan yang membuat pelaku terjatuh. Pelaku ditangkap warga yang ada di sekitar TKP.

Kemudian, untuk barang bukti diamankan satu sepeda motor Honda Revo DK 5797 UG, sebuah tongkat T, sebuah kalung emas, satu pasang pakaian digunakan pelaku saat kejadian.

"Terduga pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut karena faktor ekonomi. Untuk saat ini (pihak kepolisian) telah melakukan visum terhadap korban di RSUD Buleleng untuk memperoleh alat bukti, melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, berkoordinasi dengan Bid Propam Polda Bali dan Polres Tabanan mengingat terduga pelaku merupakan anggota Polri aktif," ujar Yohana.

Rekomendasi