Budi Waseso beberkan penyebab ladang ganja tumbuh subur di Aceh

Rabu, 11 Oktober 2017 12:52 Reporter : Ahda Bayhaqi
Budi Waseso beberkan penyebab ladang ganja tumbuh subur di Aceh Komjen Budi Waseso tinjau Stadion GBLA. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala BNN Budi Waseso menyebut ganja produksi Aceh masih menjadi barang primadona baik di lokal maupun internasional. Hal itulah yang menarik perhatian bandar narkoba untuk menggelontorkan duit membuat ladang tersendiri di Aceh.

Hasilnya, kebanyakan untuk jaringan internasional. Para WNA itu memberikan modal kepada jaringan lokal untuk menghasilkan ganja kualitas terbaik di Aceh.

"Asing itu hanya tinggal menerima nanti. Mereka mendanainya dari jaringan dia yang dari kota-kota besar (di Indonesia). Di kota-kota besar ini memang sudah ada yang membiayai, sebagai pelaku-pelaku pendanaanya gitu," ujar Buwas di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (11/10).

Imbasnya, tumbuh subur ladang ganja di Aceh. Petani di sana banyak dipaksa untuk menanam ganja lantaran lebih diminati. Sementara, para petani itu hanya petani kasar yang hanya kecipratan sedikit keuntungan bandar besar.

"Masyarakat yang menanam itu sendiri enggak dapet apa-apa sebenarnya, karena dia hanya cukup untuk makan saja," ucap Buwas.

Karena itu, BNN menjalankan program pembangunan alternatif di Aceh dalam tahun 2016-2025. Mereka berupaya untuk mengalihkan masyarakat Aceh dari tanaman ganja dengan tanaman bernilai ekonomis seperti padi ataupun coklat.

"Pemberantasan bukan satu-satunya jalan kita harus memberikan alternatif. Untuk apa? supaya mereka tidak menanam kembali ganja. Kita carikan solusi yang lebih baik," tutur Buwas.

Pada tahap awal, berlangsung dari tahun 2016 sampai 2018. Pada tahap ini BNN melakukan proses pengenalan terhadap masyarakat lokal serta pengkajian.

Harapannya, ke depan masyarakat Aceh secara total tidak lagi mendirikan ladang ganja. Bersamaan dengan itu BNN mengadakan seminar bertajuk Pembangunan Alternatif untuk Aceh Bersih Narkoba di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (11/10). [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini