BPBD Samarinda Siagakan Personel Pantau Belasan Titik Banjir Usai Hujan Lebat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyiagakan personel di belasan titik genangan banjir Samarinda setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Samarinda Siagakan Personel Pantau Belasan Titik Banjir Usai Hujan Lebat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyiagakan personel di belasan titik genangan banjir Samarinda setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah menyiagakan personelnya untuk memantau belasan titik genangan banjir yang tersebar di seluruh wilayah kota. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul hujan deras yang mengguyur Kota Tepian sejak dini hari pada Sabtu, 21 Februari.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau berlangsung merata selama lebih dari lima jam, dimulai sekitar pukul 03.00 WITA. Akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama, debit air di beberapa ruas jalan perlahan naik.

Kondisi ini menyebabkan ketinggian muka air di jalan raya rata-rata mencapai 10 hingga 30 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas. BPBD Samarinda terus berupaya mengoptimalkan pompa penyedot air agar genangan tidak melumpuhkan kegiatan masyarakat.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa pihaknya terus bersiaga dan memantau kondisi di lapangan secara intensif. Pemantauan ini penting untuk memastikan penanganan genangan air dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Optimalisasi pompa penyedot air menjadi salah satu fokus utama BPBD untuk mempercepat surutnya genangan. Langkah ini diambil agar aktivitas warga tidak terhambat terlalu lama akibat dampak hujan lebat yang terjadi.

Meskipun sebagian wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan tinggi diperlukan mengingat kondisi cuaca yang masih dapat berubah dan potensi genangan susulan.

Berdasarkan data pemutakhiran peringatan dini pada pukul 08.48 WITA, kabar baik datang dari enam ruas jalan strategis yang sebelumnya sempat lumpuh. Keenam kawasan tersebut kini dilaporkan telah surut sepenuhnya dan aman dilalui berbagai jenis kendaraan.

Area yang dimaksud meliputi fly over sisi Juanda, fly over arah Kadrioening, Jalan Pemuda 2, Simpang Lembuswana, Simpang Mugirejo, dan Simpang Alaya. Ini menunjukkan adanya progres positif dalam penanganan banjir di beberapa lokasi penting.

Namun, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati karena masih ada sembilan titik yang tergenang dan membutuhkan waktu untuk proses penyusutan debit air. Genangan air ini masih menghambat laju kendaraan di beberapa persimpangan utama dan ruas jalan.

Genangan air terpantau masih menghambat laju kendaraan di sekitar kawasan Simpang Air Putih, Simpang Jalan Pramuka atau Perjuangan, serta Simpang Sempaja. Situasi penumpukan debit air serupa turut dilaporkan masih terjadi di kawasan Simpang Damanhuri tepatnya di depan Gang Ogok, Simpang Tiga Kebun Agung, dan Simpang Ringroad Suryanata persis di depan Toko Eramart.

Selain kawasan persimpangan utama, para pengendara roda dua maupun roda empat diminta untuk ekstra hati-hati saat melewati Jalan Mayor Jendral Sutoyo di area Remaja, Simpang Sirajd Salman arah Antasari, dan Jalan Brigadir Jenderal Katamso.

Warga Samarinda yang berencana beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan ini disarankan untuk mencari jalur alternatif. Hal ini penting untuk menghindari jebakan kemacetan yang mungkin terjadi akibat genangan air.

Selain itu, mencari jalur alternatif juga dapat mengurangi risiko kerusakan mesin kendaraan akibat menerobos banjir. Kerusakan mesin dapat menimbulkan kerugian finansial yang tidak sedikit bagi pemilik kendaraan.

“Warga Samarinda yang hendak beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan ini disarankan untuk mencari jalur alternatif lain demi menghindari jebakan kemacetan dan risiko kerusakan mesin kendaraan akibat menerobos banjir,” kata Kepala BPBD Samarinda, Suwarso.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi