BPBD Pangkalpinang Sigap Evakuasi Barang Warga Terdampak Banjir Rob di Kampung Opas

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Pangkalpinang bergerak cepat mengevakuasi barang-barang milik warga korban Banjir Rob di Kampung Opas dan Kampung Seberang akibat pasang air laut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Pangkalpinang Sigap Evakuasi Barang Warga Terdampak Banjir Rob di Kampung Opas
Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Pangkalpinang bergerak cepat mengevakuasi barang-barang milik warga korban Banjir Rob di Kampung Opas dan Kampung Seberang akibat pasang air laut. (AntaraNews)

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengerahkan personelnya untuk membantu warga. Mereka fokus pada evakuasi barang-barang berharga milik korban banjir rob yang melanda dua wilayah padat penduduk. Kejadian ini terjadi di Kampung Opas dan Kampung Seberang, yang terendam akibat fenomena pasang air laut.

Kepala Bidang BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan, menyatakan bahwa timnya telah berada di lokasi sejak Minggu (7/12) pagi. "Kita sudah mengerahkan tim untuk membantu korban banjir rob ini," kata Nur Ikhsan di Pangkalpinang, Minggu. Bantuan ini merupakan respons cepat terhadap laporan genangan air yang mulai merendam rumah-rumah warga.

Banjir rob ini diketahui mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WIB pada Minggu pagi, dengan ketinggian air mencapai 15 hingga 30 sentimeter di beberapa titik. Pasang air laut diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih empat jam. Situasi ini memerlukan tindakan cepat untuk meminimalisir kerugian yang dialami masyarakat.

Tim BPBD Kota Pangkalpinang tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga melakukan patroli intensif di area terdampak. Mereka memantau langsung kondisi genangan air di jalan-jalan dan permukiman warga. Pemantauan ini penting untuk mengidentifikasi area yang paling parah terkena dampak dan memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Selain itu, BPBD juga menjalin koordinasi erat dengan pihak Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat. "Kami telah berkoordinasi dengan pihak RT/RW untuk mendata korban banjir rob ini," ujar Nur Ikhsan. Pendataan ini krusial untuk memastikan semua warga terdampak teridentifikasi dan mendapatkan perhatian yang diperlukan.

Koordinasi ini juga bertujuan untuk mengumpulkan informasi akurat mengenai jumlah kepala keluarga yang terdampak serta jenis bantuan yang paling dibutuhkan. Langkah proaktif ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam. Penanganan Banjir Rob Pangkalpinang menjadi prioritas utama.

Ketinggian air yang bervariasi antara 15 hingga 30 sentimeter di Kampung Seberang dan Kampung Opas telah menyebabkan aktivitas warga terganggu. Meskipun ketinggian air tidak terlalu ekstrem, potensi kerusakan barang dan dokumen penting tetap menjadi perhatian. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan.

BPBD Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat yang terdampak banjir rob untuk segera mengamankan berkas-berkas penting dan harta benda berharga lainnya. "Kami mengimbau masyarakat terdampak banjir rob, untuk mengamankan berkas penting dan harta benda penting, agar tidak rusak atau hanyut terbawa banjir ini," tegas Nur Ikhsan. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Salah seorang warga Kampung Opas, Wandi, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia bersama keluarganya telah mencari tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak banjir yang lebih besar. "Mudah-mudahan air cepat surut dan hujan tidak turun, karena jika hujan lebat turun tentu akan memperparah banjir rob hari ini," kata Wandi. Harapan ini mencerminkan kondisi psikologis warga yang berharap situasi segera membaik setelah kejadian Banjir Rob Pangkalpinang ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi