BP3MI Kepri Dorong Penyiapan PMI Profesional Sejak Lulus Sekolah, Ubah Paradigma Pekerja Migran

BP3MI Kepri berupaya menciptakan PMI Profesional sejak dini melalui lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi, mengubah pandangan umum pekerja migran. Simak strategi lengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BP3MI Kepri Dorong Penyiapan PMI Profesional Sejak Lulus Sekolah, Ubah Paradigma Pekerja Migran
BP3MI Kepri berupaya menciptakan PMI Profesional sejak dini melalui lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi, mengubah pandangan umum pekerja migran. Simak strategi lengkapnya! (AntaraNews)

Batam, 30/11 (ANTARA) - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang profesional. Penyiapan ini ditargetkan dimulai sejak calon PMI menamatkan pendidikan di jenjang sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Kepala BP3MI Kepri, Imam Riyadi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan strategi penting untuk menghasilkan tenaga kerja migran yang kompeten dan berdaya saing global. Fokus utamanya adalah pada lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi vokasi yang memiliki potensi besar.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat mengenai PMI, dari yang sebelumnya sering diasosiasikan dengan pekerja kasar menjadi tenaga profesional. BP3MI Kepri ingin memastikan setiap PMI yang diberangkatkan memiliki kualifikasi yang mumpuni dan mendapatkan perlindungan yang komprehensif.

Imam Riyadi menjelaskan bahwa mempersiapkan calon PMI sejak awal adalah kunci untuk mengubah citra dan kualitas pekerja migran Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan standar dan pengakuan terhadap kemampuan PMI di kancah internasional.

“Penyiapan potensi calon PMI dari lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi vokasi yang berkompeten dan berdaya saing secara global,” kata Imam di Batam, Minggu. Upaya ini juga mencakup penyediaan layanan penempatan yang legal serta jaminan perlindungan bagi PMI.

Perlindungan yang dimaksud mencakup seluruh tahapan, yaitu sebelum keberangkatan, selama masa bekerja di luar negeri, dan setelah kembali ke tanah air. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga hak dan kesejahteraan para pekerja migran.

Selain itu, BP3MI Kepri juga berupaya memberdayakan para PMI agar mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri setelah menyelesaikan masa tugas di luar negeri. Program pemberdayaan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi PMI dan keluarganya.

Untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para PMI, Imam Riyadi menekankan pentingnya pemanfaatan optimal balai latihan kerja (BLK) milik pemerintah daerah. BLK ini diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi calon PMI.

“Juga peran lembaga pelatihan kerja (LPK) secara kompetitif dapat memberikan layanan kepada masyarakat Kepri,” ujar Imam. Kolaborasi antara BLK dan LPK akan memperluas akses masyarakat Kepri terhadap pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Pemerintah terus berupaya memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada PMI di luar negeri. Jaminan ini diberikan mulai dari tahap pra-keberangkatan, selama bekerja, hingga setelah selesai masa kontrak. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya.

Perlindungan tidak hanya ditujukan kepada PMI yang bekerja di luar negeri, tetapi juga kepada keluarga yang ditinggalkan. Keluarga PMI akan mendapatkan program pemberdayaan dari Kementerian KP2MI, dalam hal ini BP3MI, dan pemerintah daerah. Ini memastikan kesejahteraan keluarga tetap terjaga selama PMI bekerja di luar negeri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi