Bonus dipotong, massa sopir pabrik di Makassar gelar aksi mogok

Massa dari sopir perusahaannya UD Mitra Makassar menggelar mogok kerja. Mereka kecewa lantaran uang insentif dipotong. Akibat aksi ini, aktivitas distribusi perusahaan berhenti sementara.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Bonus dipotong, massa sopir pabrik di Makassar gelar aksi mogok
Sopir UD Mitra Makassar gelar aksi mogok. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika

Massa dari sopir perusahaannya UD Mitra Makassar menggelar mogok kerja. Mereka kecewa lantaran uang insentif dipotong. Akibat aksi ini, aktivitas distribusi perusahaan berhenti sementara. Aksi ini mendapat pengawalan anggota Polsek Tamalanrea termasuk Kapolsek Tamalanrea, Kompol Andi Aisyah. Para pendemo juga mempertanyakan soal nasib 12 rekannya dipecat sepihak dari perusahaan. Diduga pemecatan karena mereka memprotes keras kebijakan penghapusan insentif.Sapri (31), salah seorang dari 12 orang dipecat, mengatakan mogok kerja ini bentuk solidaritas atas tindakan sewenang-wenang perusahaan melakukan pemecatan sepihak. Dia menuding pimpinan perusahaan mencoba mempermainkan hak para pekerja. Sebab biasanya mereka bisa mendapat Rp 500 ribu kini menjadi Rp 100 ribu."Makanya bulan lalu semua karyawan spontan mogok kerja lalu perusahaan menjawabnya dengan langsung memecat 12 orang karyawan. Lalu bulan Juli ini, insentif kerja itu bahkan hilang sama sekali makanya kita kembali turun aksi dengan mogok kerja akibat tindakan perusahaan yang kian sewenang-wenang," kata Sapri.Sapri menyayangkan sikap perusahaan memotong uang intensif. Apalagi uang tambahan itu selama ini membantu kehidupannya. "Dari insentif kerja inilah kita dapat lebih-lebih dari perusahaan. Insentif kerja ini adalah pemacu semangat tapi justru dihilangkan," ungkapnya.Para sopir rencananya akan melakukan aksi mogok sampai hak karyawan dipenuhi dan kembali dipekerjakan. Sementara itu, Manager Operasional UD Mitra Makassar, Marten (42), menyebut aksi mogok perusahaan merugi. Untuk itu, pihaknya akan mengambil sikap atas demo para sopir tersebut.“Tapi tentu perusahaan juga tidak akan tinggal diam, pasti akan mengambil langkah-langkah yang layak ditempuh karena kalau mogok kerja begini, bukan hanya kami dari UD Mitra Makassar yang merugi tapi juga juga orang-orang principal atau perusahaan pemilik produk yang barang-barangnya kita pegang untuk didistribusikan,” ujar Marten.Marten memastikan, 12 orang dipecat itu tetap akan dikeluarkan. Sebab, mereka selama ini dianggap tidak bisa diajak bekerja sama. Soal pesangonnya atau hak lain, sementara ini masih diproses pihak Disnaker.Sementara soal pemotongan kemudian disusul penghilangan insentif kerja itu, menurut Marten, sudah dibicarakan dengan para karyawan. Sudah disampaikan bahwa hal tersebut terkait dengan keuntungan perusahaan.Sebenarnya soal insentif kerja itu, tambah Marten, adalah kebijakan masing-masing perusahaan tergantung dari keuntungan perusahaan. Jika sebelumnya dikeluarkan insentif kerja berarti saat itu kondisi perusahaan lagi bagus dan jika insentif kerja itu dipotong atau dihilangkan berarti kondisi perusahaan tengah terpuruk."Saat ini kondisi keuntungan perusahaan sedang tidak bagus jadi kita melakukan pengurangan 10 persen dan ini sudah dibicarakan dengan para karyawan namun rupanya tidak semua karyawan menerima kebijakan perusahaan ini," terangnya.

Rekomendasi