Bonus Demografi Menanti, KAHMI Sulteng Dorong Kader Aktif Ciptakan Lapangan Kerja di Wilayahnya
Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Tengah merumuskan peta jalan strategis untuk mendorong kadernya aktif menciptakan lapangan kerja, memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Tengah telah merumuskan sebuah peta jalan strategis. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong para kader dan alumni HMI agar aktif menciptakan lapangan kerja di wilayah Sulteng.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi bonus demografi Indonesia yang saat ini didominasi oleh usia produktif. KAHMI Sulteng ingin memastikan bahwa potensi besar ini tidak menjadi beban, melainkan kekuatan pendorong ekonomi.
Ketua KAHMI Sulteng, Andi Mulhanan Tombolotutu, menyampaikan hal ini dalam Rakerwil di Sigi pada hari Sabtu. Ia menekankan pentingnya peran alumni HMI dalam mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada.
Mengoptimalkan Bonus Demografi Melalui Kewirausahaan
Andi Mulhanan Tombolotutu menyoroti bahwa Indonesia kini berada di puncak bonus demografi, dengan sekitar 70 persen dari 283 juta penduduknya berada dalam usia produktif pada tahun 2024. Kondisi ini, menurutnya, merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi pembangunan nasional.
"Jangan sampai di usia produktif, tetapi tidak produktif, pada akhirnya akan menjadi beban negara," tegas Mulhanan. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi bagi para alumni HMI untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kesempatan kerja.
Sulawesi Tengah, khususnya, memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah. Namun, kekayaan alam ini harus diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai agar dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, KAHMI Sulteng memandang bahwa penciptaan lapangan kerja yang berfokus pada pengelolaan SDA membutuhkan dukungan modal, teknologi, keterampilan, serta akses pasar yang luas. Ini menjadi fokus utama dalam peta jalan yang dirumuskan.
Peluang KAHMI dalam Program Hilirisasi dan Kedaulatan
Mulhanan meyakini bahwa berbagai program pemerintah saat ini, seperti hilirisasi industri, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, menawarkan peluang signifikan. KAHMI dapat mengambil bagian aktif dalam program-program tersebut untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Organisasi HMI, sebagai wadah kaderisasi, melahirkan alumni yang tersebar di berbagai sektor. Mulai dari politisi, akademisi, birokrasi, hingga dunia usaha, setiap bidang memiliki peran penting dalam pembangunan.
"Kecuali dunia usaha, jenjang karir di bidang lain jumlahnya terbatas," jelas Mulhanan. Ia menambahkan bahwa dunia usaha atau wiraswasta tidak memiliki batasan usia produktivitas, menjadikannya jalur yang sangat prospektif bagi alumni.
Tujuan utama dari dorongan ini adalah untuk membuka lebih banyak lapangan kerja. Ini akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di Sulawesi Tengah.
Rakerwil KAHMI Sulteng dan Peringatan Milad
Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) KAHMI Sulteng ini diselenggarakan untuk masa bakti 2025-2030. Acara penting ini dihadiri oleh para pengurus Majelis Daerah (MD) KAHMI dari 13 kabupaten dan kota di seluruh Sulawesi Tengah.
Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menunjukkan komitmen KAHMI Sulteng dalam menyusun strategi yang komprehensif dan inklusif. Peta jalan yang dihasilkan diharapkan dapat diimplementasikan secara merata di seluruh wilayah.
Selain agenda utama perumusan peta jalan, Rakerwil juga dimeriahkan dengan kegiatan jalan sehat. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milad ke-59 KAHMI, memperkuat tali silaturahmi antaranggota dan alumni.
Sumber: AntaraNews