KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

BNP2TKI kirim tim kawal Siti Aisyah, terduga pembunuh Kim Jong-nam

Jumat, 17 Februari 2017 22:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Siti Aishah dibawa polisi Malaysia. ©2017 CGTN

Merdeka.com - Ketua BNP2TKI Nusron Wahid belum bisa memastikan identitas wanita terduga pembunuh kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, Siti Aisyah merupakan rekrutan intelijen Korea Utara (Korut). Pihaknya telah mengirimkan tim investigasi untuk memastikan informasi lengkap mengenai alasan Aisyah ke Malaysia, sampai dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

"Saya belum bisa memastikan tentang itu. Tim sedang bergerak dan sampai hari ini sudah berkomunikasi dengan pejabat kepolisian yang ada di Malaysia dan sedang minta waktu berkomunikasi dengan Aisyah. Karena kita terbentur dengan batasan UU di sana. Karenanya itu, kita harus hormati hak yang ada di sana," kata Nusron di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (17/2).

Hingga saat ini, tim belum bisa menemui Aisyah lantaran KBRI Kuala Lumpur belum mendapatkan akses kekonsuleran dari otoritas Malaysia. Kendati demikian, kata Nusron, tim telah memberikan pendampingan penasihat hukum atau pengacara selama proses hukum berlangsung.

"Ada Aisyah atau tidak, kita itu sudah mempunyai konsultan hukum, pengacara langganan di Malaysia setiap ada kasus," tegasnya.

Siti Aisyah (25), wanita kelahiran Serang, Banten itu terlibat dalam kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam. Wanita kelahiran 11 Februari 1992 itu dicokok polisi saat berada di dalam kamar hotel kawasan Ampang, bagian timur Kuala Lumpur.

Dilansir China Press, Jumat (17/2), Siti dibekuk hanya berselang sehari setelah temannya Doan Thi Huong (29) tertangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Keduanya bukan merupakan agen khusus dari Korea Utara, namun diduga dimanfaatkan mata-mata negeri komunis tersebut.

Tiga bulan sebelum pembunuhan itu berlangsung, Siti dan Thi Huong pernah tinggal di China. Mereka bekerja sebagai pelayan di sebuah kelab malam.

Koran berbahasa China ini melaporkan, seorang pria mendatangi mereka dan memperkenalkan Doan dengan empat pria lain, yang kini tengah diburu kepolisian Malaysia. Siti kemudian bergabung ketika Doan diminta lelaki asing tersebut untuk mencari teman dalam rangka syuting video 'jail'.

Keduanya saling kenal, lalu dilatih melakukan sejumlah tipuan berkali-kali hingga dianggap lihai melakukannya. Siti ditugaskan menggunakan saputangan untuk menutupi wajah Jong-nam, sedangkan Thi Huong menyuntik tangan korban.

Mereka mengaku tidak tahu menahu tindakan itu bakal membawa mereka ke dalam masalah, keduanya hanya membayangkan kejahilan itu cuma permainan belaka.

Siti mengaku menemui seorang laki-laki lainnya saat itu, dia tidak tahu siapa Kim Jong-un atau Kim Jong-nam. Dia hanya diberitahu akan menerima bayaran sebesar USD 100, atau sekitar Rp 1,3 juta (kurs USD 1 sama dengan Rp 13.340). [rnd]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.