BNNP Jabar Gencarkan Operasi Narkotika di Kawasan Rawan, Belasan Orang Diamankan

BNNP Jabar sukses menggelar operasi terpadu pemulihan kawasan rawan narkotika di enam titik strategis, mengamankan belasan orang dan menyita barang bukti narkoba.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNNP Jabar Gencarkan Operasi Narkotika di Kawasan Rawan, Belasan Orang Diamankan
BNNP Jabar sukses gelar Operasi Narkotika terpadu di enam titik rawan Jawa Barat, amankan belasan orang dan sita barang bukti narkoba. Upaya serius pulihkan kawasan dari jerat narkotika. (AntaraNews)

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat telah melaksanakan operasi terpadu untuk memulihkan kawasan rawan narkotika. Kegiatan ini digelar secara serentak di beberapa wilayah Jawa Barat pada tanggal 7 hingga 8 November lalu, melibatkan sinergi kuat antarinstansi pemerintah.

Operasi besar-besaran ini merupakan wujud nyata komitmen BNNP Jabar bersama mitra strategis dalam menekan angka penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari ancaman narkoba di seluruh pelosok provinsi.

Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol M. Arief Ramdhani, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan 273 personel gabungan. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), pemerintah daerah, Bea Cukai, hingga Imigrasi, menunjukkan skala dan keseriusan penanganan masalah narkotika.

Operasi pemulihan kawasan rawan narkotika ini menjadi bukti kolaborasi efektif antara berbagai lembaga negara. Brigjen Pol M. Arief Ramdhani menekankan pentingnya sinergi ini dalam menghadapi kompleksitas masalah narkotika yang memerlukan pendekatan komprehensif dari berbagai lini.

Pelaksanaan operasi terpadu ini menyasar enam titik yang diidentifikasi sebagai kawasan rawan. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Cicadas dan Kebon Jeruk di Kota Bandung, Kampung Cibogo Tegal di Kabupaten Bogor, Kelurahan Cibabat di Kota Cimahi, Desa Jalaksana di Kabupaten Kuningan, serta Desa Cangkorah di Kabupaten Bandung Barat.

Dengan mengerahkan total 273 personel, BNNP Jabar dan tim gabungan melakukan berbagai tindakan preventif dan represif. Fokus utama adalah deteksi dini penyalahgunaan serta penindakan terhadap pelaku peredaran narkotika di daerah-daerah tersebut.

Dalam operasi ini, petugas berhasil melakukan pemeriksaan urine terhadap sekitar 230 orang di berbagai lokasi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 14 orang diamankan karena terbukti positif menggunakan narkotika, menunjukkan efektivitas tindakan di lapangan.

Dari 14 orang yang diamankan, 12 di antaranya langsung menjalani proses rehabilitasi sebagai upaya pemulihan. Sementara itu, satu orang ditetapkan sebagai laporan kasus narkotika oleh BNNK Bogor, dan satu orang lainnya diserahkan kepada Polres Cimahi untuk penanganan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dari tangan para tersangka. Barang bukti tersebut meliputi tiga paket kecil diduga sabu dengan berat total 0,89 gram dan satu linting ganja seberat 0,54 gram. Selain itu, dari tersangka yang diserahkan ke Polres Cimahi, ditemukan alat hisap sabu (bong) dan satu cangklong berisi sisa pakai sabu.

Menariknya, petugas juga menemukan satu paket kecil sabu seberat bruto 0,41 gram tanpa pemilik. Barang bukti ini kini sedang diproses secara administratif untuk penyelidikan lebih lanjut, mencari tahu asal-usul dan pemiliknya.

Brigjen Pol M. Arief Ramdhani menegaskan bahwa operasi terpadu ini adalah langkah konkret BNNP Jabar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas narkoba. Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memulihkan kawasan rawan narkotika secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, BNNP Jawa Barat juga mengimbau seluruh Ketua RT dan RW di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta memperketat pengawasan lingkungan terhadap potensi penyalahgunaan serta peredaran narkotika yang dapat merusak generasi muda.

Arief menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat krusial dalam deteksi dini dan pelaporan aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Dengan partisipasi aktif warga, diharapkan upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan komprehensif.

Ia berharap kewaspadaan kolektif ini dapat mencegah munculnya kembali kawasan rawan narkotika di Jawa Barat, seperti yang pernah terjadi di Kampung Ambon dan Kampung Bahari, Jakarta. Kasus-kasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi BNNP Jabar dan seluruh elemen masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi