BNN Kaltim endus pengiriman sabu besar-besaran dari Malaysia buat pesta tahun baru

Senin, 11 Desember 2017 23:00 Reporter : Nur Aditya
BNN Kaltim endus pengiriman sabu besar-besaran dari Malaysia buat pesta tahun baru BNN bekuk tersangka kasus narkoba di Paser. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur mengendus rencana pengiriman sabu dalam jumlah besar, ke Kalimantan Timur dari Malaysia. Pengiriman melalui perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia.

BNN menyatakan siap siaga menyusul terungkapnya pengiriman 1 kilogram sabu dari Malaysia, Jumat (8/12) lalu, meski barang bukti yang berhasil diamankan hanya 500 gram sabu dari tangan Samsudin (40), hasil kerja sama dengan BNN Kalimantan Utara, BNN Kalimantan Timur dan Polres Tarakan.

Samsudin yang tercatat sebagai warga Tarakan Barat, diketahui merupakan residivis narkoba yang baru saja bebas September 2017 lalu. Sepak terjangnya di bisnis narkoba, jadi perhatian serius BNN Kalimantan Timur dan BNN Kalimantan Utara.

"Informasi yang kita dapatkan, ada 1 kilogram sabu dari Malaysia masuk dari perbatasan Malaysia tujuan ke Kalimantan Timur. Yang kita amankan separuhnya, 500 gram yang terbungkus dalam 10 bungkus," kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon di kantornya, Senin (11/12).

"Mereka ini bergerak cepat. Sisa 500 gram sabu lainnya, dengan cepat terduga pengedar ini memecah-memecahnya," sambungnya.

bnn bekuk tersangka kasus narkoba di paser

Menjelang pergantian tahun baru 2018, BNN mengendus tingginya permintaan barang haram itu, dan juga pengiriman dalam jumlah besar, yang diduga untuk digunakan di pesta tahun baru.

"Tingginya demand (permintaan) itu ada. Dan juga sangat mungkin ada peningkatan pengiriman sabu dari Malaysia ini, untuk melewatkan momen ganti tahun ini dengan narkoba. Jadi sabu dalam jumlah besar itu, bisa jadi diedarkan untuk persiapan malam tahun baru nanti," tambah Tampubolon.

Samsudin saat diinterogasi, mengakui 500 gram sabu itu dari Malaysia, yang dia order dari bandar di Malaysia, untuk diedarkan ke Kalimantan Timur. "Jadi waktu barang sampai ke Samsudin, kami langsung jemput bola, langsung kami amankan," terang Tampubolon.

Lantas bagaimana koordinasi bersama dengan Polisi Diraja Malaysia, terkait bandar yang diduga bersembunyi di negeri jiran itu? "Soal koordinasi dengan polisi Malaysia, itu ranah pusat. Tapi kita tetap lakukan pencegahan dengan instansi terkait hingga ke petugas yang bertugas di pengamanan perbatasan," ungkap Tampubolon. [rzk]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini