BMKG: Depresi Tropis di Timur Filipina Picu Kecepatan Angin 45 Knot di Sulawesi Utara, Waspada Gelombang Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan depresi tropis di timur Filipina memicu kecepatan angin hingga 45 knot di Sulawesi Utara. Warga diimbau waspada potensi gelombang tinggi akibat Depresi Tropis Sulawesi Utara ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG: Depresi Tropis di Timur Filipina Picu Kecepatan Angin 45 Knot di Sulawesi Utara, Waspada Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan depresi tropis di timur Filipina memicu kecepatan angin hingga 45 knot di Sulawesi Utara. Warga diimbau waspada potensi gelombang tinggi akibat Depresi Tropis Sulawesi Utara ini. (AntaraNews)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya depresi tropis yang terpantau di timur Filipina, memicu peningkatan signifikan pada kecepatan angin di wilayah utara Sulawesi. Kondisi cuaca ini berpotensi membawa dampak serius, terutama bagi aktivitas maritim dan masyarakat pesisir di Sulawesi Utara.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, pada Kamis (16/1) di Manado, menjelaskan bahwa hembusan angin maksimum akibat fenomena ini dapat mencapai 45 knot. Angin dominan bertiup dari arah Barat dengan kecepatan rata-rata antara 8 hingga 20 knot di utara Sulawesi.

Peningkatan kecepatan angin ini secara langsung berkorelasi dengan potensi kenaikan tinggi gelombang di beberapa perairan. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan keselamatan, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di laut menghadapi Depresi Tropis Sulawesi Utara.

Ancaman Kecepatan Angin Ekstrem di Perairan Sulawesi Utara

Depresi tropis yang berpusat di timur Filipina menjadi pemicu utama peningkatan kecepatan angin di perairan utara Sulawesi. Ricky D Aror dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung menegaskan bahwa hembusan angin maksimum bisa mencapai 45 knot. Kecepatan angin yang signifikan ini jauh melampaui kondisi normal yang biasanya berkisar antara 8 hingga 20 knot di kawasan tersebut.

Wilayah yang paling berpeluang mengalami kecepatan angin tertinggi mencakup Laut Sulawesi bagian timur, perairan Nusa Utara, dan Laut Maluku. Kondisi ini menciptakan situasi yang berisiko tinggi bagi pelayaran dan aktivitas perikanan. Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan informasi cuaca terkini terkait Depresi Tropis Sulawesi Utara.

Peningkatan kecepatan angin ini bukan hanya sekadar fenomena cuaca biasa, melainkan indikator potensi gangguan serius. Oleh karena itu, pemahaman dan kewaspadaan terhadap informasi dari BMKG sangat krusial. Kesiapan menghadapi kondisi ini dapat meminimalisir risiko yang mungkin timbul.

Potensi Gelombang Tinggi dan Wilayah Terdampak di Sulawesi Utara

Dampak langsung dari kecepatan angin ekstrem yang disebabkan oleh depresi tropis adalah peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan. Ricky D Aror menyatakan bahwa "Kondisi tersebut dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut". Ini menjadi perhatian serius bagi keselamatan maritim.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter, yang tergolong kategori sedang, berpeluang terjadi di beberapa lokasi strategis. Perairan Kabupaten Minahasa Utara dan perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) adalah dua di antaranya.

Selain itu, perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan perairan Kabupaten Kepulauan Talaud juga diperkirakan akan mengalami tinggi gelombang serupa. Wilayah-wilayah ini merupakan jalur pelayaran penting dan juga rumah bagi banyak komunitas nelayan. Kewaspadaan ekstra menjadi sangat penting bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di area ini di tengah ancaman Depresi Tropis Sulawesi Utara.

Imbauan dan Peringatan Dini BMKG untuk Keselamatan Pelayaran

Menyikapi potensi bahaya yang ada, BMKG secara aktif mengeluarkan imbauan dan peringatan dini kepada masyarakat. Ricky D Aror secara khusus mengajak warga untuk "memperhatikan tinggi gelombang untuk keselamatan pelayaran". Ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan kondisi cuaca saat ini.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga 19 Januari 2026. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat, terutama para nelayan dan operator kapal, untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal-kanal resmi. Menunda pelayaran atau mencari perlindungan di tempat yang aman adalah tindakan bijak dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di tengah ancaman Depresi Tropis Sulawesi Utara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi